KSP dorong percepatan pembangunan SDM di Tambrauw

Jum'at, 2 Juli 2021 | 07:20 WIB ET

JAKARTA - Kantor Staf Presiden mendorong Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat untuk fokus ke pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) agar kelak pertumbuhan ekonomi bisa berjalan lebih baik secara fundamental.

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko mengatakan KSP akan membantu Kabupaten Tambrauw dengan berbagai lembaga dan kementerian yang terkait untuk meningkatkan pembangunan di daerah tersebut. 

“KSP akan mengingatkan lembaga dan kementerian yang lain untuk hal ini. Kemudian untuk pembangunan SDM melalui pendidikan, tolong disiapkan sebaik mungkin agar anak-anak Papua juga bisa kompetitif. Jangan sampai ada orang lain yang kelak mengisi posisi penting di Papua,” ujarnya dalam audiensi yang dilakukan secara virtual di Situation Room Gedung Bina Graha, Kamis (1/7).

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Ekonomi Dr Panutan Sulendrakusuma, mengatakan ekonomi akan tumbuh apabila SDM memang siap. Ia menjelaskan, dari program yang ditawarkan dalam audiensi, kelihatannya perlu fokus ke pembangunan SDM. 

“Salah satu yang perlu adalah mengembangkan pendidikan keterampilan. Misalnya ada  BLK (Balai Latihan Kerja) yang berdasarkan komunitas dengan basis dari kebutuhan masyarakat setempat,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Tambrauw Gabriel Asem mengatakan pembangunan di wilayahnya tidak seperti pembangunan kota pada umumnya. Hal itu dikarenakan kabupaten ini merupakan wilayah pemekaran dan masih baru, dimana akses belum optimal.

“Ada beberapa masalah dan kendala yang kami petakan, yaitu isolasi antar wilayah, perumahan belum memadai, produksi belum optimal, jaringan listrik, hak ulayat tanah adat, keterbatasan APBD, dan ibukota kabupaten yang masuk dalam kawasan hutan lindung,” jelas Gabriel.

Dalam audiensi tersebut, Gabriel juga memaparkan beberapa data Kabupaten Tambrauw, diantaranya tingkat kemiskinan 36,67% dengan target 30%; PDB per kapita Rp9 juta dengan target Rp10,5 juta; gini ratio 0.365 dengan target 0.355; dan tingkat pengangguran 1,17% dengan target 1,15%.

Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat merupakan salah satu locus penetapan daerah tertinggal 2020-2024 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020. Sementara berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, kriteria daerah tertinggal ditentukan berdasarkan perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, dan karakteristik daerah tertentu.

Dalam matriks pembangunan RKP 2021, Proyek Prioritas Pembangunan Wilayah Adat Papua (Domberay) bertujuan untuk meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di 11 Kabupaten/Kota di Prov. Papua Barat, salah satunya Kabupaten Tambrauw. 

Instansi yang mempunyai program pembangunan berada di KemendesPDTT, KemenKUKM, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian PUPR, Kemenkes, Kemendikbud, Kemkominfo Kementerian Perhubungan, dan Kementerian ESDM.

Bagikan artikel ini: