PPKM Darurat, stok beras BULOG capai 1,4 juta ton

Minggu, 4 Juli 2021 | 08:35 WIB ET
Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal
Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perum BULOG menjamin pasokan beras yang dikuasai dalam jumlah aman selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai 3 Juli 2021.

BULOG juga memastikan mampu menghadapi kebutuhan lonjakan beras yang tak terduga sekaligus meminta seluruh jajarannya mewaspadai lonjakan tersebut sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait akan kebutuhan beras.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal di Jakarta, Sabtu (3/7/2021) mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok beras dan kebutuhan pangan lainnya yang menjadi tanggung jawab BULOG untuk dapat selalu tersedia di masyarakat.

"Tidak ada masalah, BULOG menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan. BULOG akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut," kata Awaludin Iqbal menanggapi kebutuhan pangan saat PPKM Darurat ini.

BULOG memastikan seluruh jaringan yang bekerjasama sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara online maupun offline, juga outlet-outlet milik Perum BULOG seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan ritel modern yang ada.

"Sudah memiliki sistem penjualan secara online yaitu IPANGANANDOTCOM yang akan memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pembelian kebutuhan pangan yang dibutuhkan masyarakat. Kebutuhan Pangan yang dibeli melalui IPANGANANDOTCOM akan diantar langsung ke rumah pembeli sehingga akan mempercepat dan memastikan pendsitrubusian beras langsung diterima oleh masyarakat," kata Awaludin Iqbal.

Hingga saat ini jumlah stok beras yang tersimpan di gudang-gudang BULOG seluruh Indonesia sebanyak 1,4 juta ton, ini merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu sebanyak 1 – 1,5 juta ton.

"Untuk pendistribusian juga tidak ada masalah, karena BULOG termasuk cakupan sektor kritikal industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari jadi karyawan kami diperbolehkan bekerja dalam jumlah 100 persen dengan protokol kesehatan," tutur Awaludin Iqbal.kbc11

Bagikan artikel ini: