PPKM Darurat, kampus-kampus putuskan tunda UTBK

Senin, 5 Juli 2021 | 11:01 WIB ET

JEMBER - Universitas Jember memutuskan untuk menunda pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR) yang seharusnya digelar pada tanggal 5 Juli hingga 12 Juli 2021. Keputusan ini diambil menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang telah resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa Bali sejak 3 Juli 2021. Informasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia SBMPTBR 2021, Prof. Slamin seusai mengikuti rapat pimpinan Universitas Jember, akhir pekan lalu.

Menurut Prof. Slamin, keputusan ini diambil setelah panitia menerima Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 15 tahun 2021 tanggal 2 Juli 2021, Keputusan Gubernur Jawa Timur No 188/379/KPTS/013/2021 tanggal 2 juli 2021, Surat dari Bupati Jember No 100/402/1.10/2021 tanggal 3 juli 2021, serta menampung berbagai masukan, baik dari calon peserta UTBK hingga saran dari Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 (TTDKBC) Universitas Jember.

"Universitas Jember taat dan patuh pada keputusan pemerintah yang telah menerapkan PPKM Darurat di Jawa Bali. Kami juga menerima laporan dari calon peserta UTBK SBMPTBR dari beberapa kota yang mengabarkan tidak bisa melakukan perjalanan keluar kota karena untuk sementara waktu akses ke luar wilayah ditutup. Melihat situasi dan kondisi ini maka panitia memilih menunda pelaksanaan UTBK SBMPTBR,” jelas Prof. Slamin.

Bagi para peserta UTBK SBMPTBR, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Jember ini menghimbau agar memilih menggunakan mekanisme seleksi berdasarkan nilai UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 lalu. Tujuannya agar peserta tidak perlu datang ke Kampus Tegalboto untuk mengikuti ujian, sehingga resiko penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Panitia membuka kesempatan bagi peserta UTBK SBMPTBR untuk mengubah mekanisme seleksi dengan nilai UTBK SBMPTN hingga tanggal 15 Juli 2021 pukul 15.00 WIB,” himbau Prof. Slamin.

Bagi peserta SBMPTBR yang tetap memilih mengikuti UTBK, Ketua Panitia SBMPTBR meminta peserta untuk menunggu pengumuman lebih lanjut kapan UTBK akan dilaksanakan. Pasalnya kepastian pelaksanaan UTBK sangat bergantung pada situasi dan kondisi yang ada.

"Kami berharap agar kondisi makin baik sehingga UTBK SBMPTBR bisa dilaksanakan. Dan bagi seluruh peserta SBMPTBR 2021 kami mohon selalu memantau informasi terbaru dari laman unej.ac.id dan media sosial resmi kami,” pungkas guru besar Teori Graf ini. kbc1

Bagikan artikel ini: