Pemerintah masih miliki utang pembayaran insentif nakes sebesar Rp160 miliar

Senin, 5 Juli 2021 | 23:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah mengakui masih memiliki tunggakan pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) senilai Rp 160 miliar pada 2020. Jumlah ini berasal dari total tagihan Rp 1,48 triliun, namun baru dibayar Rp 1,32 triliun.

"Dari tunggakan ini, sudah direalisasikan (dilunasi) Rp 1,32 triliun atau 89,5 % (dari total tunggakan)," kata Dirjen /Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata saat rapat bersama Komisi IX DPR secara virtual, Senin (5/7/2021).

Rencananya tunggakan ini akan segera dibayar setelah ada hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebelumnya, pemerintah juga sudah membayar tagihan insentif nakes mencapai Rp 4,65 triliun pada 2020.

Sedangkan untuk 2021, belum ada tunggakan pembayaran insentif nakes. Pada 2021, pemerintah menyiapkan pagu insentif nakes Rp 3,79 triliun dan sudah terpakai Rp 2,6 triliun untuk 323.486 nakes di 6.198 faskes.

Namun rencananya pemerintah akan menambah anggaran insentif nakes sekitar Rp 3,7 triliun. Rencana ini muncul setelah berdiskusi dengan Kemenkes, namun keputusannya belum final.

"Sudah ada pembicaraan untuk memperpanjang (insentif nakes) sampai akhir tahun. Ini nanti kami sedang siapkan tambahan anggarannya," tuturnya.

Selain insentif nakes, pemerintah juga berencana menambah alokasi anggaran santunan kematian bagi nakes yang meninggal dunia. Sebab, dari pagu anggaran santunan nakes pada 2021 sebesar Rp 50 miliar sudah terpakai Rp 49,8 triliun atau setara 99,6%.

"Tentu kami tidak berharap banyak nakes yang gugur atau wafat, namun kami tetap jalankan tugas dan antisipasi dengan baik anggarannya," ujarnya.

Sebelumnya pada 2020, pemerintah sudah membayar tagihan santunan kematian bagi nakes mencapai Rp 58 miliar. Realisasinya hampir 100 % dari total pagu yang disiapkan Rp 60 miliar.kbc11

Bagikan artikel ini: