Di masa pandemi, ekspor Jatim bulan Juni 2021 tetap kinclong

Kamis, 15 Juli 2021 | 23:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor dan impor Jawa Timur pada bulan Juni 2021 cukup bagus. Data Bada Pusat Statistik (BPS) Jatim menyatakan bahwa realisasi ekspor Jatim pada bulan Juni mengalami kenaikan sebesar 22 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Jatim Dadang Hardiwan mengungkapkan, ekspor Jawa Timur bulan Juni 2021 meningkat sebesar 22,46 persen dibandingkan bulan Mei 2021, yaitu dari US$ 1,68 miliar menjadi US$ 2,06 miliar. Sementara dibandingkan Juni 2020, nilai ekspor juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 48,02 persen.

"Peningkatan nilai ekspor dibanding  lalu, disebabkan oleh peningkatan kinerja ekspor di Jawa Timur baik pada kinerja ekspor sektor nonmigas maupun kinerja ekspor sektor migas," ujar Dadang kepada wartawan secara daring, Kamis (15/2021).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk ekspor sektor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 21,44 persen dinbanding bulan sebelumnya,   yaitu dari US$ 1,55 miliar menjadi US$ 1,88 miliar. Nilai ekspor sektor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 91,58 persen dari total ekspor bulan ini.

Dibandingkan Juni 2020, nilai ekspor sektor nonmigas juga mengalami peningkatan sebesar 39,51 persen. Sedangkan nilai ekspor sektor migas pada bulan Juni 2021 naik sebesar 34,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari US$ 128,57 juta menjadi US$ 173,17 juta.

"Peranan ekspor sektor migas menyumbang 8,42 persen total ekspor Jawa Timur pada bulan ini. Dibandingkan Juni 2020 nilai ekspor migas juga mengalami peningkatan sebesar 340,75 persen," tambahnya.

 Ekspor nonmigas Juni 2021 mencapai US$ 1,88 miliar atau meningkat sebesar 21,44 persen dibandingkan Mei 2021. Nilai tersebut dibandingkan Juni 2020 naik sebesar 39,51 persen.

Sedangkan ekspor migas Juni 2021 mencapai USD 173,17 juta atau naik sebesar 34,70 persen dibandingkan Mei 2021. Nilai tersebut naik sebesar 340,75 persen jika dibandingkan Juni 2020.

'Golongan barang utama ekspor nonmigas Juni 2021 adalah Lemak dan Minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai sebesar USD 185,90 juta, disusul Tembaga (HS 74) dengan nilai sebesar US$ 179,12 juta, serta Kayu dan Barang dari kayu dengan nilai sebesar US$ 154,38 juta.

Sedangkan secara kumulatif, selama Januari - Juni 2021, ekspor yang keluar Jawa Timur sebesar USD 10,92 miliar atau naik 13,24 persen dibandingkan Januari - Juni 2020.

Adapun negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari - Juni 2021 adalah Amerika Serikat yang mencapai US$ 1,58 miliar (dengan peranan 15,94 persen) disusul ekspor ke Jepang sebesar US$ 1,54 miliar (dengan peranan 15,56 persen) dan ke Tiongkok sebesar US$ 1,31 miliar (dengan peranan 13,15 persen).

Sedangkan ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN mencapai US$ 1,85 miliar (dengan kontribusi sebesar 18,60 persen), sementara ekspor nonmigas ke Uni Eropa sebesar US$ 864,18 juta (dengan kontribusi sebesar 8,71 persen).kbc6

Bagikan artikel ini: