Hyundai siap rilis mobil listrik produksi RI di 2022

Sabtu, 17 Juli 2021 | 09:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Manufaktur otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor kian serius menggaet Indonesia sebagai negara tujuan untuk pengembangan kendaraan listriknya. Bahkan Hyundai memastikan bakal mengenalkan mobil listrik yang diproduksi di Indonesia pada Maret 2022 mendatang.

Pada Mei 2021 lalu, Hyundai telah mulai menjalankan pilot production di pabrik baru mereka yang berlokasi di Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. Sehingga di akhir tahun nanti Hyundai berencana meluncurkan satu mobil bermesin konvensional atau internal combustion engine (ICE). hasil produksi dari pabrik di Indonesia.

"Jadi tahun ini kira-kira bulan Mei sudah mulai pilot production, dan akhir tahun ini akan meluncurkan satu model ICI dulu, terus tahun depan ada rencana mengeluarkan dua model ICE dan satu mobil listrik," ungkap Chief operating Officer (COO) Hyundai Motor Asia Pacific Lee Kang Hyun, dalam acara Investor Daily Summit 2021, baru-baru ini.

Lee menambahkan, pabrik Hyundai yang berlokasi di Kota Deltamas, Cikarang ini memiliki nilai investasi sekitar US$1,5 miliar. Pabrik dengan luas hingga 77 hektar ini disebut Lee memiliki kapasitas produksi mencapai 150.000 - 250.000 unit per tahun.

"Tahun 2019 Presiden Jokowi mengunjungi Korea dan ada pertemuan dengan Hyundai, dalam rangka itu Hyundai pun memutuskan untuk berinvestasi ke Indonesia dan kami memang sudah menandatangani MoU," tambah dia.

Menurut Lee, di tahun 2020 penjualan mobil listrik di seluruh dunia masih tergolong mini, yakni hanya mencapai 2 juta unit atau sekitar 3% dari total penjualan kendaraan roda empat. Namun dia memprediksi jumlahnya akan terus meningkat hingga 30 juta unit pada 2030 mendatang. Kondisi itulah yang membuat Hyundai pun optimistis dengan pasar mobil listrik Indonesia di masa depan.

"Ini bisa mendorong pemakaian mobil listrik karena kami maunya menjaga lingkungan dan mengurangi Co2, dan ini sesuai dengan kebijakan pemerintah juga arahnya ke sana. Jadi memang market mobil listrik akan semakin besar," jelasnya.

Meskipun begitu, Hyundai mengakui bahwa pengembangan mobil listrik di tanah air akan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah. Sebab, apabila menilik negara lain yang sudah lebih dulu mengembangkan mobil listrik, dukungan tersebut hadir dari pemberian subsidi pada mobil listrik.

"Tapi dengan kondisi ekonomi sekarang  Indonesia belum memberikan subsidi, jadi ada banyak kebijakan lain yang harus diberikan untuk mendorong market size-nya," kata dia.

Lee pun menyoroti langkah dari pemerintah Indonesia lewat kebijakan Peraturan Pemerintah No 74 tahun 2021 tentang tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan listrik termasuk mobil listrik. Menurutnya, kebijakan ini dapat mempengaruhi harga jual dari mobil listrik, sehingga harga mobil listrik bisa lebih ringan dibandingkan mobil ICE yang masih dikenakan PPnBM.

"Jadi mobil listrik yang Co2-nya nol PPnBM-nya 0%, kendaraan hybrid dan mild hybrid sesuai dengan produksi Co2-nya bisa di bawah 5%. Nah, ini mempengaruhi harga jual mobil, jadi ini bisa mendorong harga mobil listrik bisa lebih ringan dibandingkan mobil ICE," beber Lee.

Selain berpengaruh terhadap harga jual mobil listrik yang menjadi lebih murah, kebijakan tersebut pun dinilai Lee dapat semakin mendorong datangnya investor-investor ke Indonesia.

"Kami harapkan pemerintah juga membeli mobil listrik yang banyak, bukan hanya perencanaan saja, seharusnya itu masuk anggaran agar pemerintah bisa replacement dari ICE ke mobil listrik secepatnya. Jadi ini bisa jadi sebagai dorongan, agar investor mau investasi ke Indonesia dan agar mau memproduksi mobil listrik di Indonesia," jelasnya.

Lee pun mengusulkan agar pemerintah membangun lebih banyak lagi stasiun pengisian daya mobil listrik, terutama untuk pembangunan gedung perkantoran baru sehingga fasilitas pengisian daya di Indonesia semakin banyak dan merata di berbagai wilayah Indonesia.

"Dan memang perlu charging system-nya, walaupun pemerintah dan beberapa instansi terkait sudah mengusahakan, tapi memang kami meminta pemerintah menambah charging station di gedung baru," pungkasnya.

Terakhir dia pun berharap agar pemerintah bersama industri terkait semakin getol bekerjasama demi mengembangkan ekosistem mobil listrik di Indonesia, agar ke depannya Indonesia bisa memproduksi dan juga meng-ekspor mobil listrik ke Asean bahkan ke seluruh dunia. kbc10

Bagikan artikel ini: