Microsoft dipastikan bakal bangun pusat data di Indonesia

Rabu, 21 Juli 2021 | 09:09 WIB ET
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), Microsoft dipastikan siap membangun pusat data di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia usai melakukan pertemuan dengan manajemen Microsoft, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS).

Pertemuan yang berlangsung di Washington DC itu, dihadiri oleh Vice President of Azure Global Microsoft Mark Jacobsohn dan secara daring turut bergabung Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee.

Dalam pertemuan itu, Bahlil mengapresiasi komitmen Microsoft untuk Indonesia seperti yang pernah dikemukakan tahun lalu oleh CEO Microsoft saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta.

"Kami menjalankan apa yang menjadi hasil pertemuan Bapak Jokowi dengan Microsoft. Presiden Jokowi menginginkan Microsoft masuk ke Indonesia. Semuanya kami akan bantu, dalam konteks bagaimana aturan diperhatikan dan ditegakkan. Dengan tetap memperhatikan kolaborasi dengan UMKM, pengusaha daerah maupun pengusaha nasional lain," kata Bahlil di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Dia mengungkapkan, berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) seluruh proses perizinan investasi yang dilakukan melalui sistem OSS dan perizinan di daerah, seluruhnya akan dibantu oleh Kementerian Investasi/BKPM. Bahlil pun menyampaikan kepada Microsoft bahwa UU CK mewajibkan program kemitraan antara investor dengan UMKM.

"Sesuai perintah UU CK, setiap investasi harus ada kolaborasi dengan pengusaha daerah, tapi yang profesional. Jadi setiap investasi yang masuk betul-betul memberikan dampak dan bermanfaat," ujar Bahlil.

Vice President of Azure Global-Microsoft Mark Jacobsohn menyampaikan bahwa Microsoft memiliki komitmen jangka panjang pada pertumbuhan Indonesia. Inisiatif yang dicanangkan di Indonesia dengan tema "Berdayakan Ekonomi Digital Indonesia" akan merangkul berbagai pihak seperti pelayanan publik, pengembang (developer), dan ekosistem startup. 

"Kami berekspansi dengan cepat di wilayah Indonesia. Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tentunya dari pemerintah Indonesia dan ketersediaan infrastruktur pendukung untuk mensukseskan investasi di Indonesia," ungkap pria yang akrab disapa Jake ini.

Menurut penelitian IDC (International Data Corporation), proyeksi dampak ekonomi dari investasi Microsoft di Indonesia sampai tahun 2024 adalah penciptaan sumber pendapatan baru bagi Microsoft dan mitra lokal bisnisnya di Indonesia sebesar US$6,3 miliar, penciptaan lapangan kerja sekitar 60.000 lapangan kerja baru, dan 9.000 lapangan kerja bagi profesional di bidang teknologi informasi.

Microsoft adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat berkantor pusat di Redmond, Washington, Amerika Serikat. Microsoft telah hadir di Indonesia selama 26 tahun, dengan mempekerjakan lebih dari 150 karyawan dan 7.000 mitra di seluruh Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: