Subsidi upah Rp1 juta bagi pekerja terdampak pandemi, Menaker: Pakai data BPJS Ketenagakerjaan.

Kamis, 22 Juli 2021 | 09:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memastikan tengah menyiapkan bantuan berupa subsidi upah atau gaji kepada pekerja yang dirumahkan, di-PHK atau yang mengalami pengurangan jam kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan selama dua bulan dengan masing-masing bulan sebesar Rp500 ribu. Nantinya bantuan tersebut akan diberikan sekaligus.

"Mekanisme penyaluran bantuan subsidi upah diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar Rp 500 ribu per bulan, selama 2 bulan yang akan diberikan sekaligus. Artinya 1 kali pencairan dan pekerja akan menerima subsidi Rp 1 juta," ujar Ida, dalam konferensi pers tentang perpanjangan PPKM Darurat, Rabu (21/7/2021).

Politikus PKB tersebut menuturkan data penerima bantuan subsidi upah atau gaji ini akan menggunakan data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Nantinya, kata Ida, data tersebut akan diverifikasi dan divalidasi terlebih dahulu sebelum akhirnya disalurkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

"Sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang ditentukan. Kemudian dari data ini disampaikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan," jelasnya.

Lebih lanjut, Ida menjelaskan bahwa kebijakan subsidi upah ini diberikan sebagai respon atas masyarakat, terutama pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kami mengusulkan untuk memberikan subsidi upah kepada pekerja yang terdampak. Nanti subsidi upah ini payung hukumnya akan kami buat dalam peraturan menteri ketenagakerjaan. Kami usulkan bantuan pemerintah ini merupakan program stimulus yang kami koordinasikan dengan Komite PEN, Kemenkeu dan BPJS Ketenagakerjaan," tandasnya.

Salah satu syarat mendapat BLT Subsidi Gaji adalah warga negara Indonesia dan memiliki nomer induk kependudukan.

"Pekerja atau buruh yang mendapatkan susbdi upah yaitu WNI, NIK pekerja atau buruh terdaftar," kata Ida.

Lalu, pekerja harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Adapun para pekerja yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan harus aktif hingga saat ini.

"Terdaftar Jamsos ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan yang terbukti BPJS ketenagakerjaan di 2021," katanya.

Lalu, pekerja yang mendapatkan subsidi upah kerja ini dengan bergaji hanya Rp3,5 juta. Serta memiliki rekening bank yang aktif.

"Peserta bayaran iuran di atas upah Rp3,5 juta pemberi kerja di bpjs ketenagakerjaan pekerja wilayah PPKM di bawah Rp3,5 juta batas kriteria upah dan memiliki rekening yang aktif dan memberikan pekerja di level 4," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: