Tingkatkan standarisasi pemakaian BBM, Pertamina gencar sosialisasi penggunaan bahan bakar yang lebih bersih

Kamis, 22 Juli 2021 | 09:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Memasuki era industri, digitalisasi dan teknologi yang lebih maju seperti saat ini, memicu PT Pertamina (Persero) berinovasi untuk menciptakan energi-energi yang lebih baik sehingga udara menjadi lebih bersih.

Disamping pengembangan energi terbarukan, Pertamina juga meningkatkan standarisasi dan spesifikasi dari bahan bakar minyak (BBM) agar sesuai dengan kebutuhan kendaraan saat ini.

Unit Manager Communication, relations & CSR Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani, mengatakan bahwa saat ini Pertamina memiliki bahan bakar minyak jenis gasoline seperti Pertamax yang memiliki kelebihan yaitu formula PERTATEC (Pertamina Technology), formula zat aditif yang memiliki kemampuan untuk membersihkan endapan kotoran pada mesin sehingga mesin jadi lebih awet, menjaga mesin dari karat serta pemakaian bahan bakar yang lebih efisien.

“Selain itu, Pertamina juga telah memiliki bahan bakar dengan standar Euro 4 yaitu Pertamax Turbo. Selain membuat awet mesin, dengan terpenuhinya standar tersebut artinya bahan bakar Pertamina juga ramah lingkungan,” ujar Deden di Surabaya, Kamis (22/7/2021).

Ia menambahkan, pihaknya tidak merekomendasikan konsumen untuk mengisi kendaraan di bawah angka kompresi kebutuhan atau spesifikasi kendaraan.

“Misalkan jika kendaraan dengan kompresi 10:1 yang membutuhkan BBM dengan RON minimal 92 yaitu Pertamax, sebaiknya konsumen tidak mencampur dengan produk yang memiliki RON di bawah itu. Dengan mengisi BBM sesuai kebutuhan, selain menjaga mesin tetap awet pembakaran juga menjadi lebih sempurna sehingga tidak menimbulkan polusi yang dapat mengotori lingkungan,” ungkapnya

Pertamina melalui Marketing Region Jatimbalinus akan terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada konsumen akan pentingnya mengisi bahan bakar sesuai spesifikasi mesin kendaraan.

“Kami juga akan mengajak praktisi lingkungan, akademisi, awak media dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat agar menggunakan energi secara lebih tepat dan efisien sehingga lingkungan dan udara menjadi lebih bersih,” pungkas Deden.kbc6

 

 

Bagikan artikel ini: