Di masa pandemi, pendapatan iklan Google melonjak 69 persen

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Alphabet melaporkan pendapatan kuartal II/2021 yang melampaui ekspektasi analis sehingga mendorong saham perusahaan yang menaungi Google ini naik lebih dari 3 persen beberapa jam setelah rilis kinerja.

"Ritel sejauh ini merupakan kontributor terbesar untuk pertumbuhan iklan perusahaan," kata Kepala Bisnis Google Philipp Schindler, Selasa (27/7/2021).

Total pendapatan iklan Google meningkat menjadi US$50,44 miliar, atau naik 69 persen dari kuartal tahun lalu. Pendapatan YouTube mencapai lebih dari US$7 miliar, naik 83 persen dari tahun lalu, mendekati pendapatan kuartalan Netflix, yaitu US$7,34 miliar.

Schindler mengatakan TV yang terhubung dengan Internet mengalami pertumbuhan tercepat. Dia menyatakan perusahaan memiliki lebih dari 120 juta orang yang menonton YouTube di TV setiap bulan. YouTube Shorts, pesaing TikTok baru milik perusahaan, baru saja melampaui 15 miliar tampilan setiap hari, kata CEO Google Sundar Pichai.

Angka ini naik dari 6,5 miliar tampilan harian di bulan Maret. Dilansir oleh CNBC International, Google Cloud menghasilkan US$4,63 miliar atau naik dari US$3,01 miliar setahun yang lalu.

Bisnis komputasi awan mengalami kerugian operasional sebesar US$591 juta, peningkatan dramatis dari kerugian tahun lalu sebesar US$1,43 miliar. Google Cloud mencakup infrastruktur dan platform analisis data, alat kolaborasi seperti Google Docs dan Spreadsheet, serta layanan lain yang dihadirkan untuk pelanggan perusahaan.

Perusahaan juga mencatat keuntungan laba bersih triwulanan sebesar US$561 juta, dan keuntungan EPS sebesar US$0,83, dari perubahan akuntansi yang terkait dengan masa pakai peralatan server dan jaringannya. Perubahan itu mulai berlaku pada awal tahun.

Chief Financial Officer Alphabet Ruth Porat mengatakan dia mengharapkan penurunan pendapatan yang lebih rendah pada kuartal ketiga. Dia mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan tren jangka panjang saat pasar dibuka kembali, terutama mengingat tingkat kasus Covid-19 yang meningkat. kbc10

Bagikan artikel ini: