OJK pertimbangkan perpanjang restrukturisasi cicilan kredit

Jum'at, 30 Juli 2021 | 07:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertimbangkan untuk perpanjangan restrukturisasi atau keringanan cicilan kredit. Kebijakan perpanjangan ini akan dikeluarkan paling lambat Agustus 2021.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menilai pembatasan mobilitas masyarakat akibat meningkatnya angka yang terpapar Covid-19 bisa menyebabkan upaya pemulihan ekonomi yang dijalankan Pemerintah terhambat.

"OJK melihat adanya potensi untuk melakukan perpanjangan lanjutan restrukturisasi kredit di sektor perbankan yang selama ini sudah diatur dalam POJK Nomor 48/POJK.03/2020 dan restrukturisasi pembiayaan di Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank berdasarkan Peraturan OJK Nomor 58/POJK.05/2020," kata Wimboh dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

"Keputusan resmi OJK akan dikeluarkan paling lambat akhir Agustus 2021," sambungnya.

OJK mencatat restrukturisasi kredit di perbankan tembus Rp 987 triliun terhadap 7,9 juta debitur. Itu yang tercatat hingga 8 Februari 2021.

Rinciannya, restrukturisasi yang sudah dilakukan terhadap UMKM adalah Rp 388,3 triliun bagi 6,2 juta debitur, dan non UMKM Rp 599,15 triliun bagi 1,8 juta debitur. Program restrukturisasi kredit ini semula hanya direncanakan hanya 1 tahun hingga Maret tahun ini. Namun rencananya diperpanjang sampai Maret 2022. kbc10

Bagikan artikel ini: