Pemerintah diprediksi bakal perpanjang PPKM namun dengan pelonggaran

Senin, 2 Agustus 2021 | 10:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3-4 akan berakhir 2 Agustus 2021 ini. PPKM diberlakukan untuk membatasi mobilitas masyarakat demi mencegah penyebaran Covid-19.

Sejumlah ekonom memperkirakan pemerintah akan kembali memperpanjang PPKM. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, PPKM akan kembali diperpanjang pemerintah namun dengan memberikan kelonggaran. Artinya aturan PPPKM lebih longgar dari saat ini.

"Prediksinya PPKM akan berlanjut tapi pemerintah melakukan pelonggaran lagi atau turun ke level 3," kata dia seperti dikutip, Minggu (1/8/2021).

Sebelumnya hasil survei yang dirilis lembaga survei Suara Milenial Institute bertema"Survei Persepsi Milenial atas PPKM & Partai Politik", Jumat (30/7/2021), menemukan jika mayoritas  masyarakat mengaku tidak setuju dengan kebijakan perpanjangan PPKM.

Menurut Direktur Eksekutif Suara Milenial Institute, Muhammad Aderman, masyarakat Indonesia lebih banyak memilih untuk menghentikan PPKM Darurat, walaupun tidak terlalu signfikan.

"Ketika ditanyakan kepada responden terkait setuju tidaknya jika pemerintah melakukan perpanjangan PPKM Darurat. Terlihat publik yang tidak setuju atas perpanjangan PPKM Darurat atau PPKM level 4 lebih besar, yaitu 44,3 persen. Ketimbang publik yang setuju perpanjangan PPKM, sebesar 40,6 persen. Sedangkan 15,1 persen menjawab tidak tahu," katanya.

Sementara Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah pun sependapat. Menurutnya, jika melihat arah kebijakan pemerintah yang mengutamakan penanggulangan pandemi, maka PPKM belum akan berakhir.

PPKM akan dilanjutkan sesuai kondisi di masing-masing daerah. Misalnya untuk DKI Jakarta yang mengalami penurunan kasus yang cukup signifikan, PPKM-nya bisa turun dari 4 menjadi level 3. Tapi tetap akan dilakukan PPKM.

"Hanya ada beberapa kegiatan masyarakat yang dilonggarkan. Namun upaya menanggulangi pandemi tidak boleh kendor. Kita tidak boleh lengah sehingga kasusnya naik lagi," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: