Genjot serapan KUR, Kementan latih 1,5 juta penyuluh milenial

Rabu, 4 Agustus 2021 | 17:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) siap melakukan pelatihan terhadap 1,5 juta petani dan penyuluh milenial di seluruh Indonesia secara virtual, salah satunya untuk menyosialisasikan penggunaan fasilitas kredit usaha pertanian (KUR).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BBPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan, pelatihan bakal digelar pada 7-14 Agustus 2021 secara virtual melalui 5.700 BPP Kostra Tani di seluruh Indonesia. Kementan, kata Dedi mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dari provinsi hingga kabupaten/kota untuk mendukung penggunaan KUR pertanian di masing-masing wilayah.

"Bank Himbara juga mendukung penuh pemerintah dalam program KUR karena ini ditujukan untuk memberikan tenaga ke petani dalam menggerakkan usaha pertanian. Kita optimis mampu melakukan," kata Dedi dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

Dedi mengatakan, Kementan juga mulai rutin melatih para penyuluh dalam manajemen pertanian sehingga dapat optimal dalam mendampingi petani. Dia mengatakan, kemampuan sumber daya manusia setidaknya berperan hingga 50% dalam capaian produktivitas hasil panen. "Saya meyakini KUR bisa mengungkit pertanian di Indonesia," ujarnya.

Dedi optimistis pengajuan KUR hingga akhir tahun akan melampaui alokasi sebesar Rp 70 triliun. Hal itu berkaca dari realisasi tahun lalu dimana alokasi KUR sebesar Rp 50 triliun namun total realisasi hingga Rp 55 triliun.

"KUR itu adalah bahan bakar petani untuk membangun pertanian. Ini juga bisa dimanfaatkan para petani milenial atau startup pertanian yang saat ini (perkembangannya) luar biasa," ujar dia.

Direktur Pembiayaan Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana, Kementan, Indah Megawati menyampaikan, dari total alokasi KUR pertanian sebesar Rp 70 triliun, baru terserap Rp 45 triliun atau sekitar 65%. Dengan kata lain masih tersedia plafon KUR sektor pertanian sebanyak Rp 35 triliun.

Pihaknya secara khusus mendorong para petani milenial yang mulai menggeluti usaha pangan dan pertanian untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut. "KUR juga bisa diajukan secara berkelompok atau dengan klasterisasi. Kita juga siapkan sistem digital untuk mempermudah proses pengajuan untuk mendorong penyerapan KUR," kata Indah.

Fasilitas KUR disiapkan pemerintah dengan bunga kredit 6% atau lebih rendah dari kredit komersial perbankan yang berkisar 12%. Selain itu, Indah menyampaikan, pengajuan pinjaman KUR hingga Rp 100 juta juga tanpa agunan dari sebelumnya maksimal tanpa agunan Rp 50 juta.

Lebih lanjut, besaran kredit KUR juga bisa lebih ringan tergantung komoditas yang dibudidayakan."Misalnya KUR untuk komoditas semusim yang hanya 4 bulan itu bunganya tidak sampai 6%, tapi hanya 3%," kata Indah.

Kendati demikan, dia mengingatkan para petani bahwa KUR adalah fasilitas pembiayaan melalui pinjaman, bukan bantuan. Oleh karena itu, perlu ada perhitungan yang matang dalam mengajukan KUR sehingga dapat lancar dalam proses pembayaran cicilan.kbc11

Bagikan artikel ini: