Perpanjangan dermaga peti kemas Teluk Lamong pangkas waktu tunggu kapal sandar

Jum'at, 6 Agustus 2021 | 23:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Proyek perpanjangan dermaga peti kemas yang memiliki panjang 150 meter dan lebar 80 meter di Teluk Lamong, Surabaya, dinilai bisa memangkas waktu tunggu kapal untuk bersandar dan melakukan bongkar muat. 

Diungkapkan Direktur Utama Terminal Teluk Lamong Faruq Hidayat, jika selama ini waktu tunggu kapal untuk sandar hampir 20 jam. Ini dinilai dapat menghambat proses distribusi barang.

"Sebelumnya waktu tunggu kapal untuk sandar bisa seharian atau sekitar 20 jam an. Ini tentu saja bisa memperlambat proses bongkar muat yang berujung pada tersendatnya distribusi barang," ujar Faruq, dalam siaran resmi yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Jumat (6/8/2021).

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo III Boy  Robyanto menuturkan jika 70 persen kegiatan perputaran kontainer domestik berada di wilayah Jatim. Sehingga dibutuhkan fasilitas untuk dapat mempercepat proses bongkar muat kapal di dermaga.

"Tentunya perpanjangan dermaga petikemas Teluk Lamong ini nantinya dapat menunjang kegiatan perputaran kontainer domestik yang 70 persennya berada di wilayah Jatim (Pelindo 3)," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Proyek perpanjangan Dermaga Petikemas 150 x 80 meter Terminal Teluk Lamong sendiri mulai dilaksanakan pada 17 Februari 2020. Kini proyek tersebut sudah memasuki tahap pengecoran terakhir. 

Meski di tengah pandemi COVID-19, kegiatan pembangunan berjalan lancar. Bahkan perampungan pembangunannya lebih cepat satu bulan dari jadwal yang direncanakan. PT Amarta Karya (Persero), KSO (Kerjasama Operasional) dapat menyelesaikan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan dari pemberi kerja PT Pelindo III (Persero). 

"Kita kerjakan lebih cepat yakni dalam 540 hari kerja. Padahal tim kami sempat ada yang terpapar COVID-19," tukas Andrianto, Pimpro Perpanjamgan Dermaga Petikemas 150x 80 meter Terminal Petikemas Teluk Lamong.

Dikatakannya, jika saat ini Teluk Lamong memiliki panjang dermaga 650 meter untuk internasional dan 600 meter untuk domestik.

Dengan segala kendala dan keterbatasan di tengah Pandemi COVID-19, PT. Krakatau Engineering – PT. Amarta Karya (Persero) dalam kerjasama operasinya tetap berkomitmen tinggi untuk dapat menyelesaikan proyek dengan selamat, tepat waktu dan mutu yang berkualitas.

"Kinerja yang keras dan kerjasama yang sangat baik antara PT. Pelindo III (Persero) sebagai ”Pemilik Pekerjaan”, PT. Krakatau Engineering – PT. Amarta Karya (Persero), KSO sebagai ”Pelaksana Pekerjaan” dan PT. Atrya Swascipta Rekayasa sebagai ”Pengawas Pekerjaan”, menjadi kunci sukses atas selesainya pekerjaan utama dengan waktu yang lebih cepat 1,5 bulan dan tanpa adanya kecelakaan yang fatality “Zero Accident," jelas Arif Ginanjar selaku Project Manager  PT. Krakatau Engineering – PT. Amarta Karya (Persero), KSO. 

Protokol kesehatan COVID-19, kata Arif, diterapkan dengan sangat ketat selama berlangsungnya pelaksanaan proyek, dengan standard 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) terbukti sangat membantu meminimalisir penyebaran virus corona dilingkungan proyek.

Arif berharap dengan diserahterimakannya dermaga ini, PT. Terminal Teluk Lamong selaku pengelola pelabuhan dapat meningkatkan, dan mempertahankan layanan terbaiknya, baik untuk pelayanan domestik maupun internasional. Hal ini tentunya akan meningkatkan kinerja PT. Pelindo III (Persero) selaku induk perusahaan dan mendukung program pemerintah dalam mengembangkan sektor kelautan.

Kedepan, Arif Ginanjar berharap baik PT. Krakatau Enginnering maupun PT. Amarta Karya (Persero) bisa terus bersinergi, dengan BUMN dan berkonstribusi membantu Pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek pelabuhan di Indonesia.kbc6

Bagikan artikel ini: