Listrik dan internet jadi kendala OSS, ini strategi BKPM

Senin, 9 Agustus 2021 | 17:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penerapan Online single submission (OSS) berbasis risiko diyakini dapat mempermudah pengusaha untuk mendapatkan izin usaha. Hanya saja masih ada beberapa masalah yang dihadapi.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, setidaknya ada dua kendala dalam mengimplementasi OSS. "Terutama di daerah-daerah yang belum ada listriknya atau listriknya setengah hari. Jadi tidak semua wilayah di Indonesia ini sudah berlistrik juga," kata Bahlil di depan Presiden Joko Widodo saat peluncuran OSS, Senin (9/8/2021).

Guna mengatasi ini, Bahlil menjelaskan, pengurusan izin berlangsung akan berlangsung pada saat listrik menyala. Untuk yang belum ada, dia dengan PT Indosat Tbk sebagai pengembang aplikasi sedang memikirkan jalan agar OSS betul-betul diterapkan. "Masalah kedua, daerah-daerah yang jaringan internet belum memadai. Caranya mengatasi, kita membuat online full dan semi," jelasnya.

Bahlil mengatakan, OSS berbasis risiko dikembangkan oleh PT Indosat Tbk. "adi bukan perusahaan kaleng-kaleng. Kalau ada trouble, berarti Indosat dan kami yang akan bertanggung jawab," katanya.

OSS berbasis risiko dibangun sejak Maret 2021. Aplikasinya, tambah Bahlil, mulai dites Rabu pekan lalu. Proses pembuatannya merangkum ratusan regulasi. Mulai dari Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang berisi 70 UU, 47 peraturan pemerintah, hingga peraturan presiden dan peraturan menteri.

"Aplikasi ini menghubungkan ada empat. Aplikasi ruang lingkup untuk kabupaten/kota, provinsi, kementerian/lembaga, dan di pusat yaitu Kementerian Investasi sebagai terminal yang menghubungkan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: