Distribusikan bantuan beras 288 ribu ton, Buwas: Rusak langsung kami ganti

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perum BULOG siap mendistribusikan Bantuan Sosial (Bansos) untuk Beras PPKM tahap II yang diberikan kepada 8,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau setara 88.000 Ton.Pendistribusian Bantuan Beras ini diharapkan dituntaskan pada 20 Agustus 2021.

Sebelumnya, Perum BULOG telah melaksanakan distribusi tahap I kepada 20 juta KPM. Sehingga total keluarga penerima manfaat bantuan beras PPKM sebanyak 28,8 juta keluarga atau setara 288.000 ton. Untuk kebutuhan tersebut, pemerintah menganggarkan budget sebesar Rp 3,45 triliun.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/8/2021) menuturkan, setiap KPM menerima 10 kilogram dari beras. Bansos beras ini merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum BULOG.

Kemensos membeli beras petani berkualitas medium dengan harga penjualan Rp 8.400 per kg (kg). Dalam skemanya, Kemensos melalui Perum Bulog melaksanakan pembelian beras petani. Langkah tersebut pun berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 20215.

Dirut Perum BULOG Budi Waseso menegaskan, perusahaan yang dipimpinnya memiliki komitmen penuh untuk mengemban penyaluran bansos beras PPKM.

"Sebagai misi negara, program bantuan beras PPKM adalah tugas yang harus diperjuangkan dengan ketulusan. Kami berjuang agar pelaksanannya berjalan baik, lancar, tepat kualitas dan tepat waktu serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini adalah misi negara bukan misi bisnis, jadi bagaimanapun harus sukses karena tujuannya membantu masyarakat yang susah," katanya.

Buwas begitu biasa disapa juga memastikan perusahaan akan langsung mengganti beras bantuan sosial (bansos) yang kedapatan memiliki kualitas buruk. Dia menjelaskan, penggantian akan dilakukan oleh transporter dari PT Pos Indonesia dan DNR Corporate, perusahaan yang bekerjasama dengan BULOG dalam penyaluran bansos beras PPKM.

"Saya bilang barang yang rusak tidak perlu dicek laboratorium dulu. Begitu dilaporkan rusak, langsung kita ganti, tak perlu menunggu pengecekan. Tetapi kalau ditemukan oleh pemda itu kami cek terlebih dahulu, itu rusak di mana karena apa apakah benar itu beras dari BULOG atau bukan," kata Buwas.

Buwas mengatakan, perusahaan telah menerima laporan soal beras bansos rusak yang diterima masyarakat di beberapa daerah. Salah satunya adalah temuan 3 paket beras rusak di Padeglang, Banten dari total 464 paket yang didistribusikan.

Dia mengatakan, BULOG telah mendapatkan laporan adanya kerusakan pada beras tersebut terjadi selama proses pengiriman. Dia juga mengatakan pengecekan lebih lanjut di laboratorium akan dilakukan untuk beras-beras rusak yang ditemukan selama penyaluran di daerah lain. Budi mengatakan, pengecekan kualitas selalu dilakukan pada setiap tahap penyaluran. Dia juga memastikan kerusakan pada beras terjadi tanpa disengaja.

Kesempatan sama, Direktur Utama PT Pos (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, beras rusak yang diterima warga di Padeglang disebabkan oleh kendala saat proses pengiriman. Dia mengatakan bahwa 3 paket beras tersebut terkena air hujan sehingga menggumpal saat diterima.

"Setelah ditemukan kerusakan, kami membuat berita acara sehingga saat itu juga Bulog langsung mengganti. Kerusakan memang tidak bisa dihindari karena cuaca," kata Faiza.kbc11

Bagikan artikel ini: