52 Ribu pekerja gagal dapat BLT subsidi gaji Rp1 juta tahap I, ini alasannya

Kamis, 19 Agustus 2021 | 09:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: BPJS Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 52.531 orang pekerja gagal mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan subsidi upah (BSU) tahap pertama. Hal ini terjadi karena sejumlah alasan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menjelaskan sebanyak 42.153 pekerja dinyatakan tak lolos verifikasi lantaran tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) lain. Sesuai ketentuan, mereka tak bisa menerima BLT gaji.

Lalu, 10.378 pekerja dinyatakan gagal transfer. Pasalnya, rekening mereka berstatus dormant atau tidak valid.

"Khusus untuk yang gagal transfer selanjutnya akan dilakukan pembukaan rekening secara kolektif," ujar Anggoro dalam keterangan resmi, Rabu (18/8/2021).

Anggoro menjelaskan, pihaknya telah memberikan 1.000.200 data calon penerima BLT gaji kepada Kementerian Ketenagakerjaan pada tahap I.

Kemudian, BPJS Ketenagakerjaan baru saja memberikan data calon penerima BLT gaji tahap II sebanyak 1,25 juta pekerja. Dengan demikian, total data yang diberikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan sebanyak 2,25 juta.

BLT gaji nantinya akan disalurkan melalui bank yang masuk kelompok Himbara, yakni BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri.

"Untuk calon penerima yang belum memiliki rekening pada bank Himbara maka akan dilakukan pembukaan rekening secara kolektif," terang Anggoro.

Dia pun meminta perusahaan dan tenaga kerja segera memberikan kelengkapan data yang dibutuhkan dalam proses pembukaan rekening kolektif tersebut. Data-data itu bisa diberikan ke divisi HRD perusahaan masing-masing atau berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Kriteria penerima BLT subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (Upah) tahun 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 tahun 2021, antara lain bahwa pekerja calon penerima dana BSU adalah Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki upah di bawah Rp3,5 juta, berada di wilayah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 3 dan 4 sesuai Instruksi Mendagri no 22 dan 23 tahun 2021, serta bukan merupakan penerima bantuan sosial lainnya dari Pemerintah seperti Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan, dan Bantuan Produktif Usaha Mikro. Besaran BSU tahun 2021 diberikan sekaligus dengan total Rp1 juta. kbc10

Bagikan artikel ini: