Juli 2021, nilai transaksi uang elektronik tembus Rp25,4 triliun

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 09:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2021 terus meningkat, seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, transaksi elektronik meningkat dengan adanya perluasan pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 57,71 persen (yoy) mencapai Rp25,4 triliun. Nilai transaksi digital banking juga tumbuh 53,08 persen (yoy) menjadi Rp3.410,7 triliun. Volume transaksi digital banking juga meningkat sebesar 56,07 persen (yoy) mencapai 649,8 juta transaksi.

"Kebijakan sistem pembayaran Bank Indonesia terus diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional dan mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif, aman, dan efisien," kata Perry dalam konferensi pers online, Jakarta, Kamis (19/8/2021).

Dia melanjutkan, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit tercatat Rp642,3 triliun, tumbuh 6,84 persen (yoy), seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Selanjutnya, Bank Indonesia akan terus mendorong peningkatan transaksi nontunai termasuk perluasan merchant QRIS.

Bank Indonesia juga akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan Penyedia Jasa Pembayaran untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Di sisi tunai, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Juli 2021 mencapai Rp852,9 triliun, meningkat 11,82 persen (yoy).

"Bank Indonesia terus memperkuat sistem distribusi yang efektif dan aman di tengah pembatasan kegiatan masyarakat untuk menjamin ketersediaan dan kecukupan uang kartal di masyarakat," tandas Perry. kbc10

Bagikan artikel ini: