Tekan stunting, Buwas ingin beras Fortivit disubsidi

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Manajemen Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso berharap beras Fortivit menjadi beras bersubsidi yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara(APBN). Dengan kandungan zat multivitamin dan mineral, beras forfikasi ini sekaligus mendukung program pengentasan gizi buruk terutama untuk anak anak.

Pada saat yang sama Perum BULOG menggelontorkan beras Fortivit sebanyak 5 ton yang akan dibagikan pada acara Bhakti Sosial dalam rangka vaksinasi Covid-19. Total nilai yang dikompensasikan untuk 5 ton beras bervitamin tersebut sebesar Rp 86,25 juta.

Buwas begitu biasa disapa ,mengatakan beras Fortivit berasal dari beras premium yang diproses melalui proses Fortivikasi. Ke depannya diharapkan menjadi salah satu bentuk subsidi pemerintah ke masyarakat guna meningkatkan sistem kesehatan. "Karena hanya dengan nutrisi yang cukup, yang memadai, masyarakat Indonesia akan semakin sehat dan tangguh," kata Buwas dalam sesi webinar, Jumat (20/8/2021).

Sejak tahun 2019, Perum BULOG telah memproduksi beras Fortivit yakni beras yang mengandung delapan unsur multi vitamin dan mineral diantaranya zat besi (FE), asam folat, vitamin A, B1, B3,B6, B12 dan zinc. Adapun manfaat beras Fortivit yaitu meningkatkan stamina dan imunitas tubuh, melancarkan sirkulasi darah, menjaga fungsi jantung, syaraf otak, mata, dan telinga.

Selain itu, menjaga kesehatan sistem reproduksi, sistem pencernaan, rambut, kulit, sensivitas indera perasa dan indera penciuman. Serta, mencegah penyakit kanker, menjaga kesehatan tulang, membantu mengatasi masalah tidur, depresi dan masalah otot.

Buwas melanjutkan, beras yang kaya nutrisi sangat sesuai dikonsumsi untuk pola gaya hidup sehat berkelanjutan. Risiko gizi buruk terhadap ibu hamil dan anak anak usia yang dapat berisiko mengalami stunting (gagal tumbuh, red).

Dia juga berharap agar masyarakat mengenal beras Fortivit sebagai beras yang sehat, yang bisa menjadi salah satu alternatif preferensi masyarakat yang ingin melakukan gaya hidup sehat. Beras Fortivit ini juga sangat bermanfaat bila dikonsumsi komunitas paramedis dan kelompok masyarakat yang masuk sebagai garda terdepan pada masa pandemi Covid-19.

"Ini sangat cocok diberikan kepada ibu hamil untuk mencegah bayi cacat lahir. Perempuan usia remaja untuk mencegah anemia, juga anak-anak pada usia pertumbuhan untuk mengatasi stunting," pungkasnya.

Hadir dalam webinar seperti influencer gaya hidup sehat Wanda Hamidah, dokter sekaligus host acara "Hidup Sehat" dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM), dokter spesialis gizi klinik dr. Feni Nugraha, MARS, MGz, SpGK, CMO Storesend Elogistik Indonesia Karel Leonardo, Direktur Bisnis Perum BULOG Febby Novita serta dipandu oleh Presenter TV Prisca Niken sebagai moderator.

Feni Nugraha dalam paparannya menyampaikan masalah utama yang muncul selama pandemi Covid-19 adalah pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang dan stress. Bahkan dr. Feni menyebut bahwa "triple burden" masalah gizi di Indonesia saat in adalah kurangnya gizi (termasuk stunting), obesitas dan kekurangan zat gizi mikro sehingga menyebabkan daya tahan tubuh rendah dan mudah terinfeksi.

"Terobosan fortifikasi produk pangan seperti pada garam, tepung terigu, minyak dan beras yang telah dikembangkan saat ini sangat bermanfaat guna meningkatkan kualitas nutrisi di makanan, contoh nyatanya seperti yang dilakukan BULOG pada Beras Fortivit ini," kata  Feni.

Wanda Hamidah juga membeberkan rahasia gaya hidup sehat nya dalam webinar yang dihadiri lebih dari seribu orang peserta ini. "Sehat itu harus luar dalam, dari dalam kita harus menjaga kesehatan mental dan pikiran agar terhindar dari stress, kemudian tidak kalah pentingnya dari luar kita harus jaga fisik dengan asupan makanan sehat dan bervitamin," kata Wanda yang juga dikenal sebagai penggiat yoga ini.

Masih dalam rangkaian kegiatan Gaya Hidup Sehat bersama Fortivit ini dan sebagai salah satu realisasi Program BULOG Peduli Bencana, di tempat terpisah (Purbalingga) juga dilakukan penyerahan bantuan Beras Fortivit oleh Direktur Human Capital Perum BULOG Purnomo Sinar Hadi kepada Bupati Purbalingga untuk 12 Pondok Pesantren terdampak Covid-19 di Purbalingga, kegiatan ini juga disiarkan live dalam webinar tersebut.

"Dipilihnya Purbalingga sebagai salah satu dari 22 titik penerima bantuan Beras Fortivit oleh BULOG Peduli ini saya kira sangat relevan dengan visi misi Kabupayen Purbalingga yaitu peningkatan sumber daya manusia di bidang kesehatan dimana salah satu prioritasnya adalah penurunan angka stunting," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: