Bidik pasar Hong Kong, Kadin Surabaya gelar seminar bersama InvestHK

Senin, 23 Agustus 2021 | 10:44 WIB ET

SURABAYA - Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan lesunya pasar. Pembatasan aktivitas dinilai menjadi factor dominan belum bergairahnya pasar dalam negeri. Menanggapi kondisi tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya berupaya mencari celah untuk kembali meningkatkan kinerja ekspor ke luar negeri, salah satunya ke Hong Kong.

Untuk menjembataninya, Kadin Surabaya akan menggelar webinar bersama InvestHK dengan tema “The Landscape for Consumer Products and Hospitality Business - Indonesia, Hong Kong and the Greater Bay Area”. Seminar virtual itu akan digelar Rabu (25/8/2021) dengan mendatangkan sejumlah  panelis dari praktisi ekonomi, baik dari pengusaha Hong Kong maupun Surabaya, di antaranya adalah Head of Strategy Sunrate Wayne Hu, CEO & Founder TGF Traveling Edwin Yanee, dan Founder & CEO Baba Rafi Enterprise Hendy Setiono.

Ketua Kadin Kota Surabaya M. Ali Affandi mengatakan, Hong Kong adalah pasar sekaligus mitra kerja sama bisnis yang potensial untuk pengembangan bisnis dan perdagangan. Apalagi, juga telah ada dengan diberlakukannya Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Hong Kong (AHKFTA) dan ASEAN - Hong Kong Investment Agreement (AHKIA) mulai 2020. Semua itu membuka peluang ekspor Indonesia ke Hong Kong maupun kerja sama peningkatan investasi yang saling memberi nilai tambah kepada kedua negara.

Melalui webinar tersebut, dia berharap semakin banyak pengusaha Indonesia yang memiliki pemahaman tentang pasar Hong Kong dan bisa menangkap peluang tersebut.

“Semakin banyak dunia usaha kita yang memiliki kemampuan penyesuaian produk dengan standar Hong Kong, tentu semakin bagus. Kita juga akan menjadikan Hong Kong bukan hanya sebagai tujuan akhir pemasaran produk, melainkan juga bisa sebagai hub untuk memasuki pasar negara lain," terang Andi, sapaan akrab Ali Affandi.

“Ini menjadi peluang yang menarik, dan Kadin Surabaya berharap semakin banyak pengusaha Jatim dan Surabaya yang mampu memasuki pasar Hong Kong,” imbuhnya.

Head of Asia Economic Cooperation Kadin Surabaya, Jovano Prayugo, menambahkan, webinar tersebut terbuka untuk umum dan tidak terbatas bagi anggota Kadin Surabaya saja. Peserta bisa mendaftar melalui: http://lnkd.in/g6dbkiP9.

“Webinar ini bertujuan untuk menyoroti perkembangan atau inisiatif terbaru tentang peran Hong Kong sebagai pusat regional untuk produk konsumen dan bisnis perhotelan, keunggulan kompetitif kota dalam pengembangan Greater Bay Area serta manfaat yang dapat ditawarkan Hong Kong kepada perusahaan Indonesia untuk meningkatkan rantai pasokan dan nilai global dan regional,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kerja sama dengan InvestHK sebenarnya telah terjalin sangat lama. Biasanya, setiap tahun mereka melakukan pameran produk di Surabaya, tetapi sejak pandemi tahun lalu, pameran produk ditiadakan dan diganti dengan kegiatan seminar yang diadakan secara virtual. Dalam kegiatan tersebut, kedua belah pihak akan saling bertukar informasi tentang potensi apa saja yang bisa digarap dan dikerjasamakan. Karena selama pandemi, ekspor Jatim ke Hong Kong mengalamj penurunan,. Begitu juga sebaliknya, impor Jatim dari Hong Kong juga anjlok.

“Fokus kita mencari dan memperbesar pasar, trade mission. Bagaimana kita dapat membantu pemulihan ekonomi nasional dengan mencai investor dan ekspansi pasar sebab pasar dalam negeri sedang jenuh akibat pembatasan gerak dan aktifitas. Sehingga selain memenuhi pasar lokal kita harus berupaya mengadu nasib di mancanegara. Karena tugas Kadin sebenarnya adalah menghubungkan pengusaha Surabaya dengan relasinya dari luar negeri,” tandasnya.

Menurutnya, selama ini Hong Kong merupakan pintu gerbang perdagangan barang dan jasa. Dengan pemberlakukan AHKFTA, produk-produk Indonesia akan dipermudah berkaitan dengan tarif sehingga meningkatkan daya saing di kawasan regional maupun global.

Bagi para pengusaha yang ingin mengetahui ekspansi market Hong Kong, juga bagi orang yang memiliki  modal tetapi bingung untuk memulai bisnis, kegiatan ini akan menjadi pintu masuk. Di webinar ini pengusaha bisa melihat apa yang ditawarkan Hong Kong kepada Surabaya dan apa yang bisa ditawarkan Surabaya kepada Hong Kong.

Selama ini, lanjutnya, Indonesia merupakan eksportir produk-produk hasil tambang dan kerajinan ke Hong Kong. Ekspor Indonesia ke Hong Kong antara lain produk perhiasan, batu bara, emas, peralatan komunikasi, sarang burung walet, elektronik, dan tembakau. Sedangkan impor utama Indonesia dari Hong Kong yaitu peralatan komunikasi, emas, rambut palsu, tekstil dan produk tekstil, serta produk besi.

Pada sektor jasa, Hong Kong memberikan komitmen pembebasan masuknya jasa bisnis, jasa komunikasi, jasa konstruksi, jasa keuangan, jasa pariwisata dan jasa transportasi dengan rata-rata kepemilikan modal asing mencapai 100 persen

“Intinya kita seharus bergerak, bangkit dari keterpurukan akibat pandemi karena sebenarnya kita memiliki keunggulan, baik dari sisi ketersediaan bahan baku hingga ketersediaan lahan dan SDM,” tandasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: