Boleh beroperasi 100 persen, pabrik wajib pakai QR Code PeduliLindungi

Selasa, 31 Agustus 2021 | 07:29 WIB ET
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memberikan izin kepada seluruh industri atau pabrik non esensial maupun esensial untuk beroperasi 100 persen.

Hal itu menyusul perbaikan tren Covid-19 yang terjadi di dalam negeri.

"Pabrik baik yang orientasi domestik maupun ekspor dapat beroperasi 100 persen staff atau minimal dibagi 2 shift, selama memiliki IOMKI," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers secara virtual, Senin (30/8/2021).

Luhut menegaskan, selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2, pabrik juga mesti memeroleh rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

"Saya ingatkan juga penggunaan QR Code PeduliLindungi dalam operasional," tuturnya.

Sementara untuk sektor kritikal seperti kesehatan, ener, dan obyek vital nasional akan diwajibkan menggunakan QR Code PeduliLindungi mulai 7 September 2021.

Luhut menyatakan, pandemi tidak bisa dihindari bukan juga oleh rakyat Indonesia tetapi seluruh masyarakat dunia.

Karenanya, satu yang bisa dilakukan adalah menghadapinya dengan persiapan-persiapan yang tepat seperti disiplin penerapan 3M dan secara masih melaksanakan 3M.

"Tidak ketinggalan juga melakukan percepatan vaksinasi. Ke depan penggunaan platform PeduliLindungi nantinya akan terus digunakan, diluaskan, dan diwajibkan di hampir seluruh akses publik," pungkas Luhut. kbc10

Bagikan artikel ini: