Percepat transformasi ekonomi, Presiden gaungkan hilirisasi

Selasa, 31 Agustus 2021 | 16:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia harus menggunakan momentum krisis pandemi Covid-19 untuk mempercepat transformasi ekonomi.

Presiden mengatakan, ketergantungan ekonomi dari sektor konsumsi harus diubah menjadi ke sektor produksi. Untuk itu, pemerintah menyatakan akan mendorong semua komoditas yang ada untuk hilirisasi dan juga industrialisasi.

Dia mencontohkan, misalnya nikel yang dalam 3 atau 4 tahun akan berubah menjadi barang jadi seperti lithium battery, baterai listrik, hingga baterai mobil listrik. "Begitu juga dengan bauksit, lalu kelapa sawit yang turunannya juga sangat banyak sekali," ujar Presiden dalam Pembukaan dan Seminar Nasional ISEI 2021, Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Sebagai informasi, Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai produsen bijih nikel terbesar di dunia pada 2019. Dari 2,67 juta ton produksi nikel di seluruh dunia, Nusantara memproduksi 800.000 ton, jauh mengungguli Filipina (420.000 ton Ni), Rusia (270.000 ton Ni), dan Kaledonia Baru (220.000 ton Ni).

Berdasarkan pemetaan Badan Geologi Juli 2020, Indonesia memiliki sumber daya bijih nikel sebesar 11.887 juta ton.Terdiri atas; yang tereka 5.094 juta ton, terunjuk 5.094 juta ton, terukur 2.626 ton, dan hipotetik 228 juta ton.

Sementara cadangan bijih sebesar 4.346 juta ton, terdiri dari; terbukti 3.360 juta ton dan terkira 986 juta ton. Untuk total sumber daya logam mencapai 174 juta ton dan 68 juta ton cadangan logam.

Area Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara punya potensi yang terbesar di Indonesia sampai dengan saat ini, untuk kebutuhan sumber daya bijih nikel hingga sumber daya logam.

Selain itu, Jokowi juga menuturkan transformasi di sektor pertanian mesti dipercepat. Semua, katanya, harus dipersiapkan dari hulu hingga hilir. Diversifikasi komoditas pertanian, kelembagaan petani dengan model klaster perlu diperkuat, badan usaha milik petani, koperasi dan bumdes perlu terus dikembangkan.

Dia melanjutkan nilai tambah dari pascapanen juga perlu ditingkatkan dan memperluas akses pemasaran dengan menjalin kemitraan dengan industri. "Akses pembiayaan juga perlu dipermudah dan juga disederhanakan," ujar Jokowi.

Kepala Negara mengklaim pemerintah konsisten melakukan reformasi struktural untuk memastikan upaya-upaya menciptakan iklim investasi yang lebih menarik dan lebih adil.Langkah tersebut, sambungnya, dilakukan dengan menyelesaikan Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 dan memperbaiki peringkat kemudahan berusaha.

Kemudian, Presiden mengatakan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko juga telah diluncurkan membantu dunia usaha memperoleh kemudahan, kepastian dan kecepatan berusaha.Untuk itu, perekonomian daerah dan nasional harus didorong tumbuh lebih cepat.

Jokowi menuturkan, tugas pemerintah ke depan adalah memastikan agar pondasi-pondasi baik yang telah diletakkan, dilaksanakan dengan baik dan konsisten sehingga menuntun langkah ke arah perbaikan menjadi lebih baik dan lebih kuat di masa yang akan datang.

"Tapi saya ingin menekankan lagi bahwa dalam percepatan transformasi ekonomi, sinergi menjadi kunci. Sinergi sangat dibutuhkan karena skala persoalan yang luas dan kompleks," pungkasnyala.kbc11

Bagikan artikel ini: