Pelaku usaha berharap anak di bawah 12 tahun dibolehkan masuk mal

Selasa, 7 September 2021 | 08:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) berharap pemerintah memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun mengunjungi pusat perbelanjaan.

"Pusat perbelanjaan berharap usia di bawah 12 tahun diperbolehkan untuk masuk ke pusat perbelanjaan dan waktu makan di tempat (dine - in) tidak dibatasi lagi," kata Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja seperti dikutip, Senin (6/9/2021).

Alponzus mengklaim permintaan tersebut bukan tanpa alasan, tetapi pusat perbelanjaan di berbagai daerah sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat, dan syarat vaksinasi Covid-19.

"Kondisi di dalam pusat perbelanjaan saat ini relatif aman, dan sehat dikarenakan pemberlakuan, serta penerapan protokol tambahan yaitu protokol wajib vaksinasi," tutur Alphonzus.

Saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, pemerintah mengizinkan waktu operasional pusat perbelanjaan maupun mal hingga pukul 21.00, dari sebelumnya pukul 20.00 waktu setempat.

Sementara untuk makan di tempat atau dine in di dalam pusat perbelanjaan, kapasitas maksimal 50 persen.

Ditambahkan Alphonzus Widjaja, secara umum tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan/mal mulai meningkat pasca Pemerintah melonggarkan PPKM, namun peningkatannya cenderung lambat.

"Tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan meningkat secara bertahap sejak diberlakukan pelonggaran, namun memang peningkatannya cenderung lambat," kata Alphonzus.

Tentu kedepannya, dia berharap tren peningkatan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan/mal bisa terus meningkat, sejalan dengan perluasan penyesuaian-penyesuaian PPKM yang dilakukan Pemerintah.

"Diharapkan tren peningkatan kunjungan ke Pusat Perbelanjaan akan terus meningkat seiring dengan berbagai pelonggaran yang diberlakukan oleh pemerintah," ujarnya.

Dia pun optimis jika kondisi perbaikan ini terus dilakukan, dengan demikian proses pemulihan di dunia usaha yang sempat terpuruk pada bulan Juli dan Agustus bisa terbayarkan oleh perluasan kelonggaran PPKM.

"Jika kondisi yang cukup baik ini bisa terus dipertahankan maka paling tidak bisa mengembalikan keterpurukan kondisi usaha yang terjadi pada bulan Juli dan sebagian bukan Agustus akibat penutupan operasional," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: