Dorong digitalisasi, Bank Jatim siapkan anggaran Rp165 miliar

Selasa, 7 September 2021 | 18:57 WIB ET
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman (kiri) bersama Direktur TI & Operasi bankjatim Tonny Prasetyo.
Direktur Utama bankjatim Busrul Iman (kiri) bersama Direktur TI & Operasi bankjatim Tonny Prasetyo.

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun ini senilai Rp 165 miliar.

Anggaran tersebut sebagian besar untuk investasi pengembangan kapasitas IT perusahaan sejalan dengan pengembangan digitalisasi yang dilakukan perusahaan.

Direktur Utama bankjatim Busrul Iman mengatakan, perusahaan tengah berfokus untuk melakukan pengembangan digitalisasi di bank ini untuk dapat menggaet market yang lebih luas. Hal ini dilakukan untuk pengembangan IT, seperti penggantian server yang sudah lama.

"Saat ini penggantian server dalam proses, dan pengembangan akan banyak sekali dilakukan untuk digital banking dan digital kredit mengingat jangkauan digitaliasi akan semakin dibutuhkan pasar," katanya dalam public expose live virtual, Selasa (7/9/2021).

Busrul menjelaskan, perusahaan terus melakukan perbaikan infrastruktur IT perusahaan secara bertahap. Harapannya digitalisasi ini akan berperan besar dalam bisnis perusahaan ke depan.

"Dengan transformasi digital ini mau tidak mau infrastruktur kami perbaiki sehingga ke depan anggaran digital ini akan lebih dibesarkan lagi karena lebih signifikan perannya ke bisnis Bank Jatim ke depan," jelasnya.

Direktur TI & Operasi bankjatim Tonny Prasetyo menambahkan, selama pandemi, bankjatim memang fokus pada peningkatan transformasi Digital Banking. JConnect yang merupakan branding digital banking bankjatim menjadi salah satu komitmen bankjatim untuk menghubungkan semua kebutuhan dan kemudahan akan akses layanan perbankan. JConnect hadir untuk memperkuat 3 pilar penting yang saat ini terus dikembangkan oleh bankjatim,  antara lain pilar Pemerintah Daerah & ASN, UMKM, serta masyarakat umum.

Selain itu, bankjatim juga telah melakukan kerja sama dengan perusahaan financial technology (fintech) Amarta untuk memperluas jangkauan kredit khususnya bagi UMKM.

"Dengan kata lain, bankjatim berkomitmen untuk hadir dan terus mengembangkan inovasi layanan digital perbankan kepada tiga pilar penting tersebut," ucap Tonny.

Sementara di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, bankjatim masih menunjukkan kinerja positif sepanjang semester I tahun 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan kinerja per Juni 2021, aset bankjatim tercatat Rp 95,48 triliun atau tumbuh 26,90%, laba sebelum pajak bankjatim tembus Rp 1,04 triliun atau tumbuh 5,56%, sedangkan laba bersih bankjatim tercatat Rp 803 miliar atau tumbuh 4,32%. Selama semester I/2021, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 27,36% yaitu sebesar Rp 81,52 triliun.

Bankjatim juga tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 8,72% atau sebesar Rp 42,60 triliun. Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 14,62% atau tercatat Rp 7,25 triliun. Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 13,39% atau tercatat Rp 10,63 triliun dan kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 5,26% atau tercatat Rp 24,72 triliun.

Selama pandemi, bankjatim juga aktif berpartisipasi dalam mendukung program yang dicanangkan oleh pemerintah melalui restrukturisasi kredit. Sampai dengan Juni 2021, bankjatim telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 2,56 triliun atau 6,02% dari total penyaluran kredit bankjatim.

Kinerja yang positif tersebut menegaskan bahwa situasi Covid-19 tidak menjadi kendala yang signifikan bagi bankjatim, melainkan suatu tantangan dan peluang yang harus dihadapi.

"bankjatim bersyukur masih mampu memberikan kinerja yang positif, khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur. Kami menyampaikan terimakasih kepada seluruh stakeholder dan shareholder yang telah memberikan support kepada bankjatim selama ini, harapan kami support ini terus berlanjut ke depannya, sejalan dengan visi kami untuk menjadi BPD nomer 1 di Indonesia," ujar Busrul. kbc7

Bagikan artikel ini: