RI mulai ujicobakan bioavtur untuk pesawat

Selasa, 7 September 2021 | 20:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Dirgantara Indonesia (Persero) melakukan ground run uji bahan bakar bioavtur J2.4 untuk pesawat. Hasil tes menyimpulkan tidak ada gangguan dari penggunaan bahan bakar hijau tersebut.

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Andriah Feby Misnah mengatakan, uji coba ini untuk memaksimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional.

Bahan bakar ini diproduksi PT Pertamina (Persero) bersama dengan Tim Katalis Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan memanfaatkan produk minyak sawit menjadi Bahan Bakar Nabati (BBN). Pengujian bahan bakar Bioavtur J2.4 ini merupakan titik krusial dalam implementasi bioavtur pada pesawat militer maupun komersial atau sipil di masa depan.

Upaya implementasi bioavtur ini, menurut Feby, akan berdampak positif dalam pencapaian kontribusi EBT, di mana dalam Kebijakan Energi Nasional telah ditetapkan target pemanfaatan energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

"Sesuai dengan komitmen Indonesia dalam COP ke 21 di Paris, Prancis, telah menargetkan penurunan emisi sebesar 29 persen pada 2030, termasuk di dalamnya adalah kontribusi dari sektor energi dan transportasi," kata Feby di Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Pemanfaatan bioavtur harus segera diaplikasikan terutama untuk penerbangan internasional yang telah mensyaratkan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) dalam dalam rangka penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

"Untuk itu, Ditjen EBTKE berkomitmen mendukung keberlanjutan pengujian Bioavtur serta pembahasan roadmap Bioavtur melalui fasilitasi dan koordinasi dengan Kementerian, Lembaga dan stakeholder terkait," tutur dia.

Sementara itu, Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan mengatakan pemakaian bahan bakar bioavtur J2.4 sebagai bahan bakar di pesawat CN-235 flying test ini untuk melihat bagaimana penggunaan bioavtur sebagai bahan bakar. Tes yang dilakukan sebanyak dua kali ground run, yaitu pukul 10 dan siang hari pada saat temperaturnya tetap untuk melihat performanya. Tes yang sama juga dilakukan pada bahan bakar avtur.

"Secara teknis InsyaAllah tidak ada masalah, mungkin dalam satu hingga dua hari ke depan special flight permit untuk kita terbang ke Cengkareng," jelas Gita.kbc11

Bagikan artikel ini: