Surati presiden Jokowi, Kadin Jatim minta kenaikan cukai rokok 2022 ditunda

Rabu, 8 September 2021 | 18:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur telah melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Surat yang dikirim pada Selasa (7/9/2021) tersebut berisi permintaan Kadin Jatim kepada pemerintah agar menunda kenaikan cukai tahun 2022. Hal ini dengan mempertimbangkan pemulihan keseluruhan Industri Hasil Tembakau (IHT) dari dampak pandemi dan kenaikan cukai tinggi berturut-turut di tahun 2020 dan 2021.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan, rencana pemerintah untuk menaikan cukai rokok di tahun depan sangat memberatkan industri hasil tembakau, terlebih dengan kondisi pandemi seperti saat ini. "Untuk itu, Kadin Jatim berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo, meminta kebijaksanaannya terkait nasib IHT yang semakin hari semakin terhimpit oleh tekanan regulasi maupun tekanan ekonomi. Kadin Jatim meminta agar rencana kenaikan cukai rokok tahun depan ditunda," jelas Adik kepada wartawan di Graha Kadin Surabaya, Rabu (8/9/2021).

Dia menegaskan, bahwa industri Hasil Tembakau memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Jawa Timur dan nasional. Dari hulu (perkebunan tembakau dan cengkeh) sampai hilir (pabrik dan jaringan ritel/pemasaran), sektor ini secara konsisten berkontribusi pada penerimaan negara baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk penciptaan nilai tambah ekonomi di daerah.

Kontribusi IHT secara langsung berupa pemasukan cukai hasil tembakau, pajak rokok daerah, dan PPN atas produk tembakau yang pada tahun 2020 secara nasional mencapai lebih dari Rp 200 triliun. Dan sektor ini menyumbang sekitar 30 persen dari PDRB Jawa Timur.

"Untuk itu, Kadin Jatim berharap pemerintah kembali memikirkan dampak yang akan ditimbulkan ketika cukai mengalami kenaikan di tahun 2022. Terlebih dengan hempasan pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu yang mengakibatkan sektor IHT mengalami pertumbuhan negatif," ujarnya.

Pertumbuhan sektor IHT tercatat minus 5,78 persen sepanjang tahun 2020. Penurunan terbesar terjadi pada kuartal II-2020 sebesar minus 10,84 persen ketika adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penurunan pertumbuhan tersebut juga dipengaruhi oleh adanya kenaikan tarif cukai yang mencapai 23 persen yang mengakibatkan Harga Jual Eceran (HJE) naik rata-rata 35 persen di tahun yang sama.

Dan di tahun ini, IHT diprediksi akan kembali turun 7-10 persen, karena wabah Covid-19 masih berlangsung dan diperparah dengan kenaikan tarif cukai rata-rata 12,5 persen.

Kadin menilai, industri saat ini sedang menghadapi tantangan luar biasa untuk mempertahankan usaha dan aktivitasnya. Sektor IHT adalah sektor padat karya, dimana operasional industri harus menghadapi beban memastikan kelangsungan ketersediaan lapangan pekerjaan dan di saat yang sama menanggung beban operasional besar untuk pelaksanaan protokol kesehatan demi keselamatan pekerjanya dengan mengurangi kapasitas produksi di ambang waktu penentuan kenaikan UMR 2022.

Kadin Jatim berharap kebijakan cukai hendaknya mempertimbangkan sejumlah faktor. Diantaranya terkait keberpihakan kepada industri padat karya, Sigaret Kretek Tangan (SKT), seperti yang telah dilakukan saat ini dengan tidak menaikkan cukai SKT untuk mendorong industri mempertahankan tenaga kerjanya. Selain itu, pemerintah juga harus menerapkan formula kenaikan tarif cukai IHT berbasis angka inflasi atau angka pertumbuhan ekonomi guna menjamin kepastian usaha.

"Harmonisasi regulasi, termasuk menghentikan perumusan regulasi yang tujuannya mematikan IHT seperti rencana revisi PP 109 tahun 2012 harus dilakukan," tandasnya.

Di sisi lain, keterpurukan sektor IHT juga akan berpengaruh besar terhadap tingkat serapan industri terhadap komoditas tembakau yang dihasilkan petani. Dampak selanjutnya, tingkat kesejahteraan petani menurun. Dari sisi hIlir, pedagang ritel juga akan terdampak karena sepinya pembeli.

Untuk kemajuan industri dan ekonomi Jatim, Kadin Jawa Timur senantiasa siap berkontribusi dan memberikan masukan yang terbaik kepada pemerintah baik pusat maupun daerah. Kadin Jatim siap bekerja sama mendukung pemerintah dalam hal pengendalian Covid 19 maupun upaya-upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, termasuk mendorong program Vaksin Gotong Royong di Jawa Timur.kbc6

Bagikan artikel ini: