Hasil penyelidikan polisi: Tidak ada kebocoran data pengguna EHAC

Kamis, 9 September 2021 | 12:50 WIB ET

JAKARTA - Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Anas Maruf mengatakan, hasil penyelidikan kepolisian tidak ditemukan adanya dugaan kebocoran data pengguna pada aplikasi electronic health alert card (EHAC). Polisi juga tidak menemukan upaya pengambilan data dari server EHAC.

Ia menyebutkan, setelah dipastikan tidak ditemukan adanya pengambilan data pengguna EHAC, maka bantuan penyelidikan oleh Siber Polri dihentikan. Kepolisian resmi menghentikan penyelidikan terhadap dugaan kasus kebocoran data di aplikasi sistem EHAC.

Untuk itu, Anas menegaskan, data masyarakat yang ada dalam sistem EHAC tidak bocor dan dalam perlindungan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, data pengguna EHAC tetap aman dan saat ini sudah terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi," katanya dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Kamis (9/9/2021).

 

Sebelumnya, soal kebocoran data EHAC dilaporkan oleh VPN Mentor. Laporan tersebut telah diverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan diterima oleh Kemenkes pada 23 Agustus 2021.

Kemudian Kemenkes melakukan penelusuran dan langsung melakukan tindakan perbaikan-perbaikan pada sistem EHAC.

Sebagai bagian dari mitigasi risiko keamanan siber, maka Kemenkes telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, BSSN serta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk melakukan proses investigasi guna menelusuri dan memastikan bahwa tidak ada kerentanan lain yang bisa digunakan untuk mengeksploitasi sistem EHAC PeduliLindungi.

“Masyarakat diimbau untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Platform PeduliLindungi ini tersimpan di pusat data nasional dan sudah dilakukan oleh BSSN yaitu IT Security Assessment,” ucapnya.

Bagikan artikel ini: