Terapkan GES, 5 ribu SPBU Pertamina bakal dipasangi PLTS Atap

Selasa, 14 September 2021 | 17:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) menargetkan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS ) di 5.000 Stasiun Pengjsian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pemasangan PLTS tersebut akan dilakukan oleh Pertamina NRE sebagai subholding Pertamina.

Transisi energi yang sedang dilakukan Pertamina tampak pada wajah SPBU Pertamina yang baru.Konsep baru SPBU Pertamina yakni Green Energy Station (GES) menyediakan layanan secara terintegrasi dan lebih ramah lingkungan kepada konsumen. Salah satu yang terlihat berbeda pada GES adalah penggunaan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro memperkirakan, pemasangan PLTS di 5.000 SPBU juga berpotensi menurunkan emisi sebesar 34 ribu ton CO2 per tahun. "Pertamina mendukung upaya pencapaian net zero emission. SPBU yang selama ini hanya dikenal sebagai tempat mengisi BBM menjadi lebih ramah lingkungan dengan konsep GES. Kebutuhan listriknya dipenuhi dengan PLTS serta menyediakan layanan untuk gaya hidup konsumen yang lebih ramah lingkungan," ungkap Dannif, Selasa (14/9/2021).

Tidak hanya dekarbonisasi, penggunaan PLTS berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi pemilik SPBU, sampai Rp 1 juta per bulan yang berasal dari penghematan biaya tagihan listrik. Apabila sebanyak 5.000 SPBU memasang PLTS dengan kapasitas 5 KWp, total potensi penghematan yang dihasilkan sekitar Rp 4 miliar dalam setahun.

PLTS yang dipasang di SPBU adalah PLTS Atap dengan sistem on grid, di mana PLTS terintegrasi dengan jaringan penyedia listrik sebagai tempat penyimpanan energi yang dihasilkan dari panas matahari.

Hal itu bertujuan meningkatkan fleksibilitas dan berbagi peran sebagai cadangan pasokan listrik. Dibandingkan dengan sistem off grid, PLTS sistem on grid menggunakan teknologi yang lebih sederhana sehingga biaya pemasangan menjadi lebih kompetitif.

Hasil riset BloombergNEF menunjukkan, pada rentang waktu 2010 sampai 2020, biaya investasi PLTS turun drastis hingga 90%. Dengan semakin berkembangnya teknologi serta meningkatnya skala ekonomi, diproyeksikan biaya pemasangan PLTS akan menjadi kompetitif dibandingkan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil.

Bukan hanya itu, Dannif juga mengklaim bahwa pengoperasian dan perawatan PLTS Atap relatif mudah.Untuk perawatan, panel surya hanya perlu dibersihkan minimal setiap enam bulan sekali agar terhindar dari kotoran dan jamur.

Kemudian, aspek HSSE menjadi prioritas utama dalam bisnis Pertamina sehingga proses konstruksi PLTS dipastikan aman. "Keamanan dan kenyamanan konsumen sangat kami perhatikan. HSSE Golden Rules sudah menjadi budaya di Pertamina, di mana aspek keamanan dan keselamatan tidak akan lepas dari setiap aktivitas operasi kami, sehingga konsumen tidak perlu khawatir," tambah Dannif.

Hal menarik lainnya dari PLTS Atap adalah tampilan panel surya yang futuristik dapat memberikan fungsi dekoratif pada atap SPBU. Di beberapa negara dengan pemanfaatan PLTS yang sudah lebih maju, produk panel surya yang dihasilkan produsen tidak hanya memberikan manfaat fungsional tapi juga lebih bervariasi dengan beberapa pilihan warna yang menambah manfaat dekoratif pada atap bangunan.kbc11

Bagikan artikel ini: