Penggunaan dompet digital di RI terus meningkat, ini pemicunya

Rabu, 15 September 2021 | 08:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pembayaran secara elektronik khususnya penggunaan dompet digital telah menjadi tren di masyarakat. Dompet digital dinilai lebih mudah dan efisien ketika melakukan pembayaran.

Pasalnya, dengan fasilitas ini tak lagi butuh uang kertas dan logam sampai tak perlu lagi menunggu uang kembalian. Meski begitu, masih ada beberapa kasus yang membuat pembayaran elektronik atau menggunakan dompet digital menjadi sulit dilakukan.

Misalnya ada penjaga merchant yang belum memahami jika saat ini sudah ada QRIS dan bisa digunakan oleh seluruh layanan dompet digital yang ada di Indonesia. Dengan QRIS ini, pengguna dompet digital tak perlu punya banyak aplikasi. Karena satu aplikasi saja bisa digunakan untuk satu kode pembayaran.

Asisten Gubernur/Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengungkapkan saat ini BI terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait QRIS.

"Strategi kita lakukan terus menerus baik di webinar, media sosial. Kalau dilihat dari transaksi off us angkanya juga selalu di atas 50%," kata Filianingsih seperti dikutip, Selasa (14/9/2021).

Dia mengungkapkan, bank sentral selaku regulator terus mengedukasi hingga hal ini menjadi kebiasaan. "Memang dibutuhkan waktu dan keterlibatan semua pihak," imbuh dia.

Dari data BI, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2021 terus tumbuh seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital dan akselerasi digital banking. Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 57,71% (yoy) mencapai Rp 25,4 triliun.

Nilai transaksi digital banking juga tumbuh 53,08% (yoy) menjadi Rp 3.410,7 triliun. Volume transaksi digital banking juga meningkat sebesar 56,07% (yoy) mencapai 649,8 juta transaksi.

Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit tercatat Rp642,3 triliun, tumbuh 6,84% (yoy), seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, Bank Indonesia akan terus mendorong peningkatan transaksi nontunai termasuk perluasan merchant QRIS serta berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan Penyedia Jasa Pembayaran untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Di sisi tunai, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Juli 2021 mencapai Rp 852,9 triliun, meningkat 11,82% (yoy). Bank Indonesia terus memperkuat sistem distribusi yang efektif dan aman di tengah pembatasan kegiatan masyarakat untuk menjamin ketersediaan dan kecukupan uang kartal di masyarakat. kbc10

Bagikan artikel ini: