PLN siap pasok setrum pabrik baterai mobil listrik pertama di Asia Tenggara

Kamis, 16 September 2021 | 17:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) berkomitmen untuk menjamin ketersediaan pasokan daya listrik berkelanjutan pada pabrik HKML Battery Indonesia sebagai produsen pertama baterai mobil listrik di Asia Tenggara.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan PLN berkomitmen dan siap menjamin penyediaan suplai daya listrik secara berkelanjutan, aman, dan stabil sesuai dengan timeline, serta kebutuhan investasi. Langkah itu, menurutnya, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi mengenai fasilitasi percepatan realisasi relokasi dan diversifikasi investasi perusahaan ke Indonesia.

"Untuk mendukung agenda investasi jangka panjang HKML Battery Indonesia yang akan dimulai pembangunan tahap pertama pada September 2021, dan akan beroperasi di 2022, dilanjutkan dengan tahap kedua pada 2026, PLN siap untuk memenuhi kebutuhan listriknya," kata Zukifli dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Guna memenuhi kebutuhan listrik HKML Battery Indonesia, kata Zukifli PLN telah menyiapkan sejumlah gardu induk. Perusahaan listrik itu pun akan membahas perjanjian kerja sama dengan Kawasan Industri Karawang New Industy City (KNIC) sebagai lokasi pabrik HKML Battery Indonesia.

"PLN siap untuk memenuhi kebutuhan lain terkait kelistrikan untuk calon tenant di KNIC, seperti penyediaan green energy, layanan fasilitas ekstra, multimedia, dan kebutuhan lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meresmikan groundbreaking pabrik baterai mobil listrik PT HKML Battery Indonesia di Karawang Jawa Barat. Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp15,6 triliun.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan pabrik tersebut akan menjadi yang pertama bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. "Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai listrik pertama di indonesia dan bahkan yang pertama di Asia tenggara," ujarnya.

Pabrik tersebut merupakan proyek investasi antara konsorsium asal Korea Selatan LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) atau Indonesia Battery Corporation. Pada tahap pertama, kapasitas produksinya akan mencapai 10 gigawatt per hour (GWh). Di sisi lain, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM Agus Tjahajana menyebutkan pemerintah telah menyiapkan strategi hingga 2027 untuk IBI agar menjadi pemain baterai kendaraan listrik kelas dunia.

"Kalau semuanya selesai, IBI bisa menyumbangkan sekitar US$25 miliar untuk GDP, bisa menyerap 23.000 orang [tenaga kerja], dan untuk trade balance sekitar US$9 miliar. Ini kalau sukses," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: