Chery siap jadikan RI basis produksi mobil untuk global

Jum'at, 17 September 2021 | 14:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Chery, merek mobil China memastikan kembali beroperasi di Indonesia pada akhir tahun ini. Mobil penumpang yang akan dipasarkan seperti seri SUV Tiggo 4 Pro, Tiggo 7 Pro, Tiggo 8 Pro, dan mobil bertenaga listrik.

Marketing Director Chery Motors Indonesia, Qin Gang, bukan hanya sekadar memasarkan produk mobil penumpang, Chery direncanakan memproduksi mobil di Indonesia dengan setir kanan.

"Chery akan menanamkan investasi di Indonesia. Kami berencana akan meluncurkan sekitar 5 model di awal kehadiran Chery. Kami berharap peluncuran model mobil pertama pada kuartal pertama 2022," kata Qin Gang seperti dikutip, Kamis (16/9/2021).

Pria karib disapa Major itu menjelaskan, Indonesia sebagai negara "kunci" bagi penjualan Chery di dunia. Alasan ini Indonesia akan dijadikan basis produksi Chery tidak hanya memenuhi permintaan pasar otomotif domestik, tapi juga Asean, dan global.

"Untuk investasi Chery di Indonesia akan dibagi menjadi tiga fase, fase pertama hanya fokus pada pasar dan pelanggan Indonesia, fase kedua mengekspor mobil ke Asean dari Indonesia fase ketiga menjadikan Indonesia sebagai basis untuk mengekspor mobil Chery secara global," ucap Major.

Sejauh ini, Major belum mau terbuka untuk lokasi fasilitas pabrik baru Chery di Indonesia. Qin Gang menjelaskan saat pihaknya masih melakukan persiapan termasuk ketersediaan jaringan resmi Chery.

Perusahaan punya rencana memiliki 50 dealer sebelum peluncuran model pertama Chery. Jumlah dealer Chery akan terus bertambah dalam hitungan bulan.

"Harapan kami memiliki 50 dealer sebelum peluncuran model pertama, dan kemudian mencapai 100 dealer di tahun pertama," ucapnya.

Chery lebih dahulu masuk ke Indonesia sebelum Wuling dan DFSK. Chery meramaikan pasar otomotif Indonesia di bawah perusahaan Indomobil Grup pada 2011 dan menjual Chery QQ, Panda dan Tiggo.

Chery memutuskan menghentikan operasionalnya di Indonesia diduga tidak kompetitif dari segi kualitas dan harga. Puncaknya ketika Chery tidak lagi terdaftar di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sejak 2016.

Major berpendapat, masa kelam itu tidak menjadi kendala perusahaan. Chery sudah menyiapkan strategi dan akan membangun kepercayaan konsumen dalam negeri, sebab Chery punya sejarah baik sebagai merek mobil China. Modal ini dianggap bisa menjadi titik balik Chery sebagai merek mobil China di Indonesia.

Major mengklaim Chery berada di peringkat pertama di antara semua merek mobil penumpang China dengan pengalaman mengekspor mobil selama 18 tahun terakhir.

"Saya percaya dalam waktu dekat, semakin banyak merek China akan datang ke Indonesia, tidak hanya Wuling, DFSK MG Chery tetapi juga beberapa merek lain, terutama merek China yang memiliki mobil listrik," pungkas Major. kbc10

Bagikan artikel ini: