Wujudkan swasembada gula konsumsi, petani wajib dilibatkan

Minggu, 19 September 2021 | 07:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, keberadaan petani wajib dilibatkan dalam mewujudkan swasembada gula konsumsi di Tanah Air.

Pernyataan Erick ini terkait langkah transformasi yang dicapai PT Industri Gula Glenmore (IGG) dan PT Riset Perkebunan Nusantara dibawah pengelolan PT Perkebunan Nusantara XII. Transformasi itu dilakukan baik dari sisi produksi dan aplikasi maupun teknologi modern pengolahan gula.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan hasil maksimal tidak hanya bagi perusahaan swasta maupun BUMN, tetapi juga masyarakat umum. Hal ini diharapkan ikut mendorong terwujudnya swasembada gula konsumsi bagi Indonesia di tahun 2024-2025.

Dengan luas seluruh lahan yang dikelola holding perkebunan, dia menegaskan, Indonesia harus menjadi negara berkekuatan industri gula yang solid. Erick menyampaikan hal itu dalam kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/9/2021).

Di kabupaten terujung timur Pulau Jawa tersebut, Erick meninjau PT IGG yang dikelola PT Perkebunan Nusantara XII di lahan seluas 102,4 hektare di Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Dia didampingi Direktur Utama PTPN III Muhammad Abdul Gani sebagai Holding Perkebunan dan mantan bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

"Melalui produksi gula yang terus meningkat dan juga aplikasi teknologi modern di industri ini, saya harap PT IGG menjadi bagian dari usaha terwujudnya swasembada gula konsumsi. Itu bagian dari ketahanan pangan," ujar Erick dalam keterangan resmi, Sabtu (18/9/2021).

Apalagi, lanjutnya, peta jalan mengenai realisasi swasembada gula konsumsi ke depan sudah ada. Erick menuturkan produksi gula PTPN saat ini sudah meningkat menjadi sekitar 800.000 ton. Jumlah tersebut diakui masih belum cukup memenuhi kebutuhan nasional sehingga pemerintah masih membuka keran impor.

Namun Presiden Joko Widodo turut memberikan dukungan. "Meski banyak tantangan, tetapi Lillahi Ta’ala kita harus jalankan," tutur Erick.

Meski tetap memerlukan peran swasta, tetapi menurut dia, sudah saatnya perusahaan BUMN yang bergerak dalam bisnis perkebunan tebu dan gula bergabung dalam satu holding demi mewujudkan mimpi lama tersebut. Saat ini terdapat tujuh anak perusahaan PTPN yang bergerak di industri tebu dan gula, yaitu PTPN VII di Lampung, PTPN IX sampai XII di Jawa Timur, dan PTPN XIV di Sulawesi Selatan.

Menteri BUMN menambahkan, restrukturisasi yang dilakukan di PTPN XII telah memberikan hasil maksimal didukung membaiknya keuangan dan memberi keuntungan sehingga menuju swasembada gula konsumsi diperlukan kolaborasi dengan rakyat dan instansi lain.

"Saya minta libatkan tebu rakyat, dan lahan milik Perhutani sehingga ada peningkatan lahan produksi dari 45.000 hektare menjadi 85.000 hektare. Lalu secara perlahan hingga tahun 2024 sampai 2025 harus menjadi 250.000 hektare. Jika hal itu tercapai, impian indonesia menjadi negara pengekspor gula akan terwujud," jelas dia.

Keinginan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor, terutama pada komoditas yang dimiliki dan menjadi kekayaan Indonesia, terus diupayakan Kementerian BUMN kepada perusahaan BUMN.

"Sudah saatnya kita jangan hanya menjadi market yang akan menyulitkan negara kita. Melalui potensi yang kita miliki, bagaimana pula gula harus menjadi tulang punggung ekonomi yang penting ke depannya," tegas Erick.kbc11

Bagikan artikel ini: