PPKM mulai turun level, bursa saham diramal ngebut ke level 6.500 di akhir tahun

Senin, 20 September 2021 | 12:23 WIB ET

JAKARTA - Penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berimbas positif pada pemulihan ekonomi di kuartal IV 2021 terutama di sektor riil dan bursa saham. Untuk itu, Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) meyakini ekonomi pada kuartal IV akan jauh membaik yang berimbas terhadap kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan.

Chief Economist Bahana TCW Budi Hikmat mengatakan, pemulihan ekonomi akan meningkatkan kepercayaan investor baik dalam maupun luar negeri terhadap pasar domestik. Dengan demikian, Bahana TCW memproyeksikan IHSG masih memiliki ruang untuk naik ke level 6.500 sampai dengan akhir tahun 2021.

“Namun kita juga harus tetap waspada karena pandemi ini masih belum berakhir, potensi fenomena black swan masih akan terus terjadi terutama jika melihat aturan pembelajaran tatap muka (PTM) yang masih memiliki risiko besar karena untuk remaja usia di bawah 12 tahun belum menerima vaksin sehingga memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier),” katanya dalam keterangan tertulis.

Aturan pemerintah mengenai PPKM di tengah melonjaknya kasus Covid-19 sejak Juli lalu kini mulai menunjukkan hasil yang positif. Salah satunya terlihat pada angka positivity rate secara nasional mengalami penurunan di 3,05%. Sementara di DKI Jakarta yang merupakan jantung perekonomian Indonesia angka positive rate-nya mencapai 1,8%. Capaian angka penurunan ini sudah berada jauh di bawah standar World Health Organization (WHO) yakni di 5%.

Budi menambahkan, improvement yang dilakukan pemerintah dalam menangani lonjakan Covid-19 hasilnya sudah mulai terlihat. Pemerintah pun mulai menurunkan level PPKM, bahkan di sejumlah daerah di pulau Jawa telah turun menjadi level dua. "Ini merupakan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia.

Selain aturan PPKM, dalam rangka pemulihan ekonomi, pemerintah juga memfokuskan pada percepatan vaksinasi di beberapa daerah yang merupakan episentrum perekonomian Indonesia seperti di DKI Jakarta, Bali dan wilayah lainnya. Portofolio vaksin yang dimiliki pemerintah saat ini juga sudah sangat lengkap seperti Sinovac, Astrazeneca, Sinopharm, Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson. Dari sisi supply ini diperkirakan akan mencukupi kebutuhan vaksinasi nasional.

“Pemerintah telah berhasil memberikan respons yang baik terhadap fenomena outbreak pada bulan Juni dan Juli kemarin. Apabila kondisi pengendalian Covid-19 ini terus terkendali, peluang perbaikan ekonomi pada kuartal IV akan terbuka lebar. Ini merupakan buah dari kinerja kolektif yang baik antara Pemerintah dalam memperkuat testing, tracing serta mendorong vaksinasi dan masyarakat yang patuh terhadap aturan PPKM,” ujar Budi.

Bagikan artikel ini: