KSP dorong inkubator bisnis hasilkan wirausahawan unggul Indonesia

Kamis, 23 September 2021 | 10:38 WIB ET

LAMPUNG - Kantor Staf Presiden (KSP) akan terus mendorong program Inkubator bisnis yang memiliki peran penting dalam membina dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

Hal ini disampaikan oleh tim Kedeputian III KSP Bidang Perekonomian saat melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Lampung bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Koperasi dan UKM.

"Inkubator-inkubator bisnis yang ada di Indonesia dapat membina dan membentuk calon-calon entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan. Tentunya hal ini akan sangat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kita yang lebih berkualitas,” kata Deputi III KSP Panutan S. Sulendrakusuma.

Program pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu agenda pembangunan dalam RPJMN 2020-2024 dengan target rasio kewirausahaan nasional bisa tumbuh sebesar 3,9% dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4% pada tahun 2024.

Walaupun jumlah usaha UMKM di Indonesia saat ini mencapai 64,2 juta unit dan berkontribusi cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, namun rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih relatif rendah, yakni sebesar 3,47% saja di tahun 2021. Artinya, jumlah wirausaha di Indonesia masih sedikit.

Oleh karenanya, Universitas Lampung melalui Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis (Sikubis) LP2M berinisiatif untuk membina 40 tenant yang terdiri dari para wirausahawan di bidang usaha pertanian, ekonomi kreatif dan teknologi.

Sikubis memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan dalam business plan, business model, administrasi keuangan, legalitas dan pelatihan manajerial. Untuk mendukung program inkubator bisnis ini pun, Kementerian Koperasi dan UKM telah mengucurkan dana sebesar Rp549.800.000 kepada Sikubis LP2M Universitas Lampung pada Juli lalu.

Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendukung program Sikubis agar dapat memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat melalui pemberian informasi dan jaringan pasar, pendampingan, serta peningkatan kapasitas teknologi informasi sebagai daya dukung terhadap peningkatan daya saing UMKM, khususnya di Lampung.

"Presiden menekankan Pengembangan Kewirausahaan menjadi salah satu fokus pengembangan SDM yang unggul. Potensi kendala yang dapat terjadi di lapangan juga harus diperhatikan. Oleh karena itu, efektivitas dan manfaat dari program inkubator bisnis perlu dioptimalkan," lanjut Panutan.

Sesuai amanat PP nomor 7 tahun 2021, Panutan juga menegaskan bahwa KSP akan mendorong inisiatif serupa dan memberdayakan UMKM di Indonesia. kbc9

Bagikan artikel ini: