Kembali digelar di Surabaya, FESyar 2021 jadi kebangkitan pasca pandemi

Selasa, 28 September 2021 | 14:06 WIB ET

SURABAYA kabarbisnis.com: Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2021 resmi digelar dan dipusatkan di Surabaya, serta disajikan secara hybrid atau penggabungan melalui daring/online dan luring/offline. Kegiatan ini dipastikan akan menjadi pemicu bangkitnya ekonomi syariah dalam negeri pasca pandemi Covid-19.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto di Surabaya, Senin mengatakan, pagelaran FESyar diharapkan menumbuhkembangkan industri maupun sektor keuangan syariah, khususnya di Jawa Timur, karena Jatim mempunyai prospek bagus.

"Jatim terdapat banyak pesantren maupun UMKM yang memproduksi produk-produk halal. Dan kami telah melakukan pendekatan melalui berbagai program. Seperti One Pesantren One Produk (OPOP) maupun mewadahinya melalui Himpunan Bisnis Pesantren (Hebitren)," katanya di Surabaya, Senin (27/9/2021).

Budi mengatakan, pihaknya memiliki banyak pekerjaan rumah yang sangat menantang dalam upaya mengembangkan produk halal maupu keuangan syariah di Jatim.

"Apalagi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar memiliki peluang untuk menguasai pasar syariah dunia. Selama ini Indonesia diakuinya masih menjadi konsumen," katanya.

Sementara itu, Fesyar kali ini mengusung tema "Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Melalui Digitalisasi untuk Pemulihan Ekonomi", dan diselenggarakan mulai tanggal 27 September sampai 2 Oktober 2021.

Kegiatan Fesyar Regional Jawa 2021 merupakan puncak kegiatan road to Fesyar Regional Jawa yang telah terselenggara di beberapa perwakilan wilayah secara virtual, seperti kegiatan talkshow bisnis syariah melalui program HItS corner, Fashion Desain Competition, hingga kegiatan forum lainnya terkait perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutan pembukaan Fesyar 2021 mengatakan potensi syariah di Indonesia sangat besar jika bisa bersama-sama dikembangkan, salah satunya produk halal yang saat ini sudah diakui World Trade Organization (WTO).

"Pandangan dunia terhadap produk halal pun semakin hari semakin baik, sehingga banyak negara yang mencoba memanfaatkan peluang tersebut. Seperti Tiongkok yang menjadi eksportir baju muslim tertinggi ke Timur Tengah, Malaysia yang mempunyai visi menjadi pusat industri halal dan keuangan syariah global, Brazil yang menjadi pemasok daging unggas halal terbesar ke Timur Tengah, dan Thailand yang mempunyai visi menjadi dapur halal dunia," katanya.

Khofifah mengatakan, halal sudah menjadi gaya hidup masyarakat global. Oleh karena itu perlu didorong tumbuhnya ekonomi syariah.kbc6

Bagikan artikel ini: