Masuki sejarah baru, merger Pelindo mulai beroperasi

Jum'at, 1 Oktober 2021 | 21:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnos.com: Merger empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pelabuhan yaitu PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo I-IV) menjadi satu Pelindo secara legal bakal dilakukan Jumat (1/10/2021).

Direktur Utama Pelindo I Prasetyo mengatakan merger Pelindo I-IV merupakan milestone perjalanan pelabuhan di Indonesia dan bagian dari rencana strategis dari pemerintah untuk membuat layanan pelabuhan menjadi lebih baik. "Sehingga rencana ini akan berperan besar dalam pengembangan kepelabuhan nasional untuk lebih bisa bersaing dengan kompetitor dari mancanegara," ujar Prasetyo dalam rilis di Jakarta, Jumat (1/10/2021).

Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono menyampaikan saat ini pengelolaan pelabuhan di Indonesia dilakukan oleh 4 entitas BUMN. Kapabilitas dari masing-masing BUMN saat ini bisa berbeda baik dari sisi finansial, sumber daya manusia, maupun pengalaman yang akan berdampak pada perbedaan output pelayanan yang diberikan.

"Jadi integrasi keempat BUMN di masing-masing wilayah operasional menjadi satu BUMN Layanan Kepelabuhan ini adalah untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan dan layanan logistik yang terintegrasi," tegasnya.

Edi mengatakan, total karyawan di Pelindo I - IV saat ini tercatat sebanyak 7.000-an. Pada tahap awal masa transisi dalam penggabungan seluruh Pelindo ini rotasi akan dilakukan terhadap pejabat struktural satu atau dua tingkat di bawah direksi.

"Jadi tahap awal adalah karyawan yang satu tingkat di bawah direksi atau dia tingkat di bawah direksi akan dibawa ke pusat, karena yang dibutuhkan saat ini adalah strategi untuk menyiapkan [merger] Pelindo ini," jelasnya.

Dikatakan dalam melakukan rotasi terhadap ribuan karyawan tersebut tentunya harus mempertimbangkan kompetensi, dan ini merupakan bagian dari peningkatan kompetensi agar terjadi standarisasi di seluruh Pelindo.

Edi mencontohkan dari Pelindo III terdapat 20 orang yang kompeten maka akan diambil untuk bekerja di kantor pusat Jakarta, tetapi tetap bersifat seusai dengan kebutuhan. "Yang dilakukan sesuai kebutuhan organisasi, bukan sekedar diacak, sebab sebenernya fungsi operasional tidak ada yang berubah. Di pelabuhan cabang wilayah ya akan tetap berjalan, yang berubah hanya struktural di kantor pusat," jelasnya.

Edi menambahkan, pemetaan SDM khususnya pejabat struktural ini sudah dilakukan dan sudah mendapatkan SDM dengan kompetensi sesuai kualifikasi. Namun dalam 3 - 4 bulan ke depan akan dilakukan evaluasi. Edi mengatakan pada intinya integrasi Pelindo ini bertujuan untuk menstandardisasikan layanan pelabuhan yang merata dari ujung barat Indonesia hingga ujung timur.

Dalam memberikan layanan, SDM memiliki peran yang sangat penting terutama dalam menjalankan stratgei bisnis yang lebih efisien dan menguntungkan.

Direktur Utama Pelindo IV Prasetyadi menambahkan rencana proses merger Pelindo sudah didiskusikan sejak lama, tapi baru dapat terealisasi sekarang karena proses menggabungkan empat BUMN di bisnis pelabuhan memerlukan waktu, pertimbangan, serta kajian yang cermat dan hati-hati. Dia menjelaskan ada atau tidak ada merger, sistem pelabuhan pasti akan berubah untuk bisa memberikan pelayanan lebih baik. Misalnya dengan beberapa pelabuhan saat ini belum beroperasi 24 jam yang akan berubah menjadi 24 jam.

"Jadi tentunya akan ada perubahan teknologi, perubahan sistem, perubahan alat-alat, dan lainnya yang tentunya baik bagi kita semua dan logistic cost di Indonesia," lanjutnya.

Pasca merger, Pelindo akan membentuk empat klaster bisnis atau subholding untuk anak perusahaan-anak perusahaan yang dimiliki oleh Pelindo I-IV. Subholding dibentuk berdasarkan kategori bisnis. Keempat subholding tersebut adalah peti kemas, non peti kemas, logistic & hinterland development, serta marine, equipment, & port services.

Pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan, melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM.kbc11

Bagikan artikel ini: