PLN Jatim fokus tingkatkan elektrifikasi di kepulauan Sumenep

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 12:28 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur berkomitmen melakukan percepatan elektrifikasi pulau-pulau yang ada di Kabupaten Sumenep. Untuk itu, PLN bersinergi dan menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep beberapa waktu yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto didampingi Senior Manager Perencanaan UID Jawa Timur Hadi Saputra, Manager PLN UP3 Pamekasan, M. Farqi Faris, Manager PLN UP2K Jatim, Eko Wusono Edi menyambut hangat kehadiran Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, Kadis PMD Sumenep, Moh Ramli, Kadis PU Binamarga, Yayak Nurwahyudi.

Adi Priyanto mengungkapkan, saat ini PLN telah melistriki 16 pulau dari total 48 pulau berpenghuni di Kabupaten Sumenep. 8 Pulau diantaranya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 8 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan 1 kabel laut di Talango. 

"Saat ini kami sedang dalam proses melistriki secara bertahap ada yang selesai tahun ini dan rencana tahun depan. Ada juga rencana pembangunan 6 PLTS, 1 tower transmisi menyebrang laut antara Kangean dan Mamburit, dan lainnya masih dalam tahap pembebasan lahan," terang  Adi Priyanto dalam keterangan resmi yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Sabtu (2010/2021).

Senior Manager Perencanaan PLN UID Jawa, Hadi Saputra menambahkan, bahwa pembebasan lahan adalah yang diutamakan karena hal tersebut menjadi bagian penting pembangunan pembangkit di pulau-pulau.

"Untuk pembangunan PLTS kami ambil daya terbesar dengan pembangunan bertahap. Saat ini kami juga tengah bekerjasama dengan Politeknik Negeri Malang untuk melakukan kajian pembangkit hybrid yakni PLTS dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) untuk menekan cost. Jadi skemanya siang hari PLTS dan malam hari bisa PLTB," jelasnya.

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi mengapresiasi kerja keras PLN yang telah dilakukan selama 3 tahun terakhir melistriki 16 pulau di Kepulauan Sumenep. Fauzi menambahkan agar PLN memprioritaskan terlebih dahulu pulau yang terdekat, berpenduduk padat dan telah memiliki aset pembangkit eksisting dari Pemerintah Kabupaten.

"Melalui kesempatan ini, semoga mampu mengkomunikasikan rencana-rencana PLN dan prioritas kami sehingga menjadi pertimbangan untuk mempercepat eletrifikasi, karena kami meyakini keberadaan energi listrik merupakan tonggak pertumbuhan ekonomi suatu daerah, sehingga kesenjangan dapat dientaskan. Untuk pulau yang dekat dan sudah ada eksisting pembangkit seperti Giliraja dan Masalembu mungkin bisa dipertimbangkan dan dicek kondisi mesin, agar bisa dilakukan elektrifikasi dengan pertimbangan pembangkit sudah ada," terang Ahmad Fauzi.

Untuk mempercepat proses elektrifikasi agar progres sesuai dengan target yang diharapkan, Adi mengharapakan sinergi dan dukungan penuh dari Pemkab Sumenep.

"Kami mengharapkan adanya tim gabungan agar bisa terpantau dengan jelas progres dan targetnya tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Pada tahun ini pula kami akan mengoperasikan sambungan listrik untuk 6051 pelanggan di 7 lokasi pulau dan lokasi daratan di Kabupaten Sumenep. Pada tahun 2022 ada 17 pulau lagi, dan 26 pulau sudah terlebih dahulu kita kirim tiangnya, mohon dukungannya," terang Adi.

Adi menambahkan, meski sempat terkendala pandemi dan tantangan yang berat, PLN tetap berupaya keras tahapan demi tahapan dalam melakukan elektrifikasi di kepulauan Sumenep.

"Mulai dari pengiriman tiang yang harus satu hingga dua kali berlayar karena susah sekali untuk mendistribusikan tiang listrik ke pulau-pulau, hingga pulau yang tidak memiliki dermaga harus kami angkut lagi tiangnya dengan kapal kecil, lalu pembebasan lahan, dan seterusnya menunjukkan kesungguhan PLN untuk melistriki saudara-saudara kami di Pulau yang berhak mendapatkan akses listrik pula," tandas Adi.kbc6

Bagikan artikel ini: