Kebutuhan meningkat, pemerintah genjot industri gula Tanah Air

Rabu, 6 Oktober 2021 | 11:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menggenjot industri gula di Tanah Air. Hal ini mengingat kebutuhan Gula Kristal Putih (GKP) telah mencapai 2,8 juta ton.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan, produktivitas pabrik gula PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) dapat berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan GKP di Indonesia timur.

Melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 pemerintah berusaha mewujudkan tekadnya dengan memfasilitasi bahan baku untuk pembangunan industri gula.

"Kami menyadari bahwa pengembangan industri gula yang terintegrasi dengan perkebunan tebu memerlukan investasi yang cukup besar. Untuk menarik investor, perlu suatu insentif non-fiskal yang dapat memicu investor untuk berinvestasi di industri gula," kata Putu seperti dikutip dari Antara, Selasa (5/10/2021).

Direktur Operasional PT SMS, Izmirta Rachman mengklaim perkembangan perusahaan mengalami kenaikan signifikan setiap tahunnya. Contohnya rendeman tebu sudah mencapai 6 persen dari sebelumnya 3,7 persen pada 2017.

Selain itu, persentase tebu turut mengalami kenaikan hingga 58,84 ton per hektar dari 48,73 ton per hektar pada 2017. Penanaman tebu akan dilakukan pada masa penghujan, sehingga panen tepat dilakukan saat tebu digiling.

Namun, sejumlah tantangan dihadapi PT SMS dan membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Seperti akses pengairan, hingga infrastruktur jalan menuju perkebunan tebu.

"Selain itu, ketersediaan pupuk, penyuluh pertanian, dan fasilitasi penelitian tebu untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu," ujarnya.

PT SMS sendiri menargetkan akan menggiling tebu sebanyak 867 ribu ton pada 2025. Hingga kini, total gilingan sudah mencapai 130 ribu ton.

General Managers Plantation PT SMS Syukur HK mengaku pihaknya melakukan sosialisasi, edukasi, penyuluhan, dan mengevaluasi perkembangan industri gula di kabupaten Dompu, NTB.

Salah satu petani tebu Mukhtar mengaku sudah tidak lagi mengalami kesulitan dalam budidaya tebu. Ini dikarenakan PT SMS melakukan kemitraan dan bimbingan kepada petani tebu.

Petani lain turut mengungkapkan perlunya fasilitas bantuan dari pemerintah untuk mendukung produktivitas tebu dari bibit, budidaya tebu, alat panen, hingga jalan dan sarana transportasi ke pabrik gula. kbc10

Bagikan artikel ini: