RI diprediksi kekurangan 9 juta pekerja TIK pada 2030

Kamis, 7 Oktober 2021 | 10:40 WIB ET
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyatakan industri dan dunia usaha RI masih dililit berbagai tantangan yang saat ini sedang dihadapi dan berlanjut hingga di masa depan.

Salah satunya terkait minimnya pekerja di sektor Informasi Teknologi dan Komunikasi (TIK). Dia menyebut, pada 2030 mendatang Indonesia bakal kekurangan 9 juta pekerja terampil di bidang ini mengingat masifnya digitalisasi yang tak terhindarkan.

"Di sisi lain kita punya kekurangan pekerja khususnya dalam bidang IT atau ICT karena dengan digitalisasi yang ada di Indonesia ini menjadi tantangan produktivitas yang ada," katanya seperti dikutip, Rabu (6/10/2021).

Selain itu, dia menyebut tantangan juga berasal dari sisi implementasi industri 4.0 yang masih rendah. Hingga kini, dia menyebut baru 21 persen manufaktur RI yang menggunakan teknologi 4.0 dalam skala besar.

Angka tersebut jauh ketinggalan dari negara-negara lainnya yang sudah berada di level 50 persen seperti China 56 persen, Amerika Serikat 53 persen, dan Singapura 50 persen.

Sedangkan dari sisi ekosistem, dia menyebut tantangan berasal dari efisiensi logistik. Saat ini, biaya ekspor RI masih rendah di peringkat 136 dunia dan nomor 46 soal infrastruktur logistik.

Tak hanya itu, dia menambahkan bahwa masih perlu dilakukan perbaikan dari sisi akses keuangan. Ia mengatakan UMKM Indonesia yang mempekerjakan 97 persen tenaga kerja Indonesia masih terkendala akses pendanaan.

Padahal, akses keuangan krusial dalam meningkatkan produktivitas UMKM.

"Masih ada kendala akses keuangan karena masih banyak yang informal," tutupnya. kbc10

Bagikan artikel ini: