Khofifah apresiasi upaya HIPMI Jatim lakukan percepatan vaksinasi Covid-19

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:24 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa memberikan apresiasi kepada Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau BPD HIPMI Jawa Timur atas kegigihannya dalam membantu percepatan vaksinasi Covid-19 di Jawa Timur, utamanya di daerah pinggiran.

Dia menegaskan bahwa upaya yang telah dilakukan HIPMI Jatim untuk melakukan penyisiran dalam pemberian vaksinasi di daerah perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo telah membantu Jawa Timur untuk terus bangkit dan bergerak.

"Hari ini saya sampaikan terimakasih, karena ini di pinggiran, yang biasanya di Surabaya tidak tersisir, di Sidoarjo juga tidak tersisir. Dari daerah-daerah pinggiran seperti ini memang harus membutuhkan sapaan yang lebih spesifik. Dan betul, ternyata dari yang mengikuti di dalam agak banyak yang baru pertama kali. Apakah yang masuk area Surabaya ataukah yang masuk wilayah administratif Sidoarjo. Artinya bahwa proses menyisir ini menjadi penting untuk memastikan bahwa masyarakat bisa tervaksin secara lebih komperhensif, dua kali dosis tervaksin," ujar Khofifah saat mengunjungi sentra vaksinasi massal HIPMI Jatim yang digelar di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Kamis 17/10/2021).

Menurut Khofifah, saat ini yang harus terus digenjot adalah pemberian vaksin dosis kedua di wilayah aglomerasi Surabaya, diantaranya di Sidoarjo dan Surabaya capaiannya belum menyentuh 70 persen.

"Untuk Sidoarjo kurang 1 persen masuk 70 persen dosis satu. Begitu juga Gresik masih kurang dari 0 sekian persen untuk embcapai 70 persen dosis satu. Sementara Surabaya dosis satu sudah 100 persen dan dosis 2 mencapai sekitar 83 persen. Dosis kedua untuk Sidoarjo dan Gresik ini harus disisir, dimaksimalkan kembali. Oleh karena itu semua elemen yang sekarang sedang membantu percepatan vaksinasi memang saya meminta untuk wilayah aglomerasi Surabaya disisir. Aglomerasi Surabaya ini yang juga harus dilakukan penguatan adalah Bangkalan," ujarnya.

Selain itu, Khofifah juga meminta agar vaksiansi lansia untuk juga terus dikebut, sesuai dengan arahan instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 47 yang baru diterbitkan. "Seluruh stakeholder yang akan membantu percepatan vaksiansi saya mohon berikutnya adalah di Sidoarjo, Gresik dan Lamongan, vaksiansi untuk lansia diseyogyakan 70 persen untuk dosis satu," ujar Khofifah.

Dia mengungkapkan, strong partnership menjadi langkah tepat karena pemerintah miliki banyak keterbatasan. "Maka strong partnership menjadi bagian yang sangat penting. Oleh karena itu kerjasama HIPMI dengan Angkasa Pura 1 kami sampaikan terimakasih. Mudah-mudahan tidak pernah lelah untuk mengabdi memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat utamanya warga Jatim," tandasnya.

Sementara itu, Ketua HIPMI Jatim, Rois Sunandar Maming mengungkapkan bahwa vaksinasi untuk masyarakat dirgantara sebanyak 5.000 dosis vaksin Sinovac ini adalah bagian dari vaksinasi nasional BPP HIPMI untuk menjaga herd immunity. Di Jatim, BPD HIPMI Jatim telah melaksanakan di Gresik sebanyak 15.000 dosis, sebagai pintu gerbang ekonomi Jatim dari laut dan kedua dilaksanakan di bandara Juanda sebagai pintu masuk ekonomi Jatim dari udara.

Selain itu BPD Hipmi Jatim bersama BPC-BPC Hipmi di tingkat Kabupaten/Kota juga telah melaksanakan vaksinasi antara lain di Bangkalan, Banyuwangi, Probolinggo, Blitar, Sidoarjo, dan beberapa kota/kabupaten lain di Jawa Timur.

Vaksinasi yang digelar oleh BPP HIPMI dan BPD HIPMI Jatim serta BPC HIPMI Surabaya dan Sidoarjo yang digelar di Bandara Juanda ini juga didukung oleh PT Angkasa Pura I, Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) Juanda, Pangkalan Udara Angkatan laut (Lanudal) Juanda serta Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, PT Batulicin Enam Sembilan, PT Borneo Indobara dan PT Dian Mega Kurnia.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sidaoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Bendahara Umum BPP HIPMI, General Manager PT Angkasa Pura I Laksma TNI Sisyani Jaffar, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, Acub Zaenal Amoe, MPH dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto.

"Pemberian vaksin kepada masyarakat dirgantara di Bandara Juanda ini sebagai bentuk kepedulian Hipmi agar pandemi Covid-19 bisa lekas teratasi. Kita ingin dua wilayah ini herd immunitynya terjaga agar aktifitas kepelabuhan dan bandara tidak ada kendala. Pelabuhan dan Bandara adalah simbolisasi pintu lalu lintas keluar masuk Jawa Timur. Terlebih Surabaya adalah salah satu pintu gerbang Indonesia Timur. Sehingga diharapkan dengan adanya vaksinasi ini, arus lalu lintas dan transportasi bisa segera pulih dan kembali menggerakkan roda ekonomi Jawa Timur dan Indonesia," kata Rois.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Gresik Ahmad Muhdlor Ali mengungkapkan bahwa pemulihan ekonomi pasca Covid tidak akan bisa dicapai tanpa vaksinasi. "Dan vaksinasi itu bisa tercapai melalui kegiatan vaksiansi seperti yang dilakukan HIPMI Jatim ini," kata Muhdlor.

Saat ini, capaian vaksinasi Covid-19 untuk wilayah Sidoarjo untuk dosis pertama sebesar 65 persen dan dosis kedua sebesar 35 persen. Sedangkan vaksinasi lansia kurang 1,3 persen menuju 70 persen. "Ini sudah bagus dan harus dipertahankan, tinggal jaga titik vital di Sidoarjo, salah satunya Juanda yang menjadi pintu masuk ekonomi Jatim melalui udara. Sebelum pandemi per tahun ada sekitar 10 juta orang yang hilir mudik di sini," ujarnya.kbc6

Bagikan artikel ini: