Pemkot Surabaya beri kredit bunga 3 persen ke UMKM di masa pandemi Covid-19

Jum'at, 8 Oktober 2021 | 08:19 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Eri Cahyadi berkomitmen membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kondisi pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Surabaya Dr Ikhsan dalam dialog virtual, Kamis (7/10/2021).

"Teman-teman UMKM bisa mendapat fasilitas kredit dengan bunga sangat kecil sekali yaitu tiga persen," kata Dr Ikhsan.

Program ini adalah kerjasama dengan BUMD milik Pemkot PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Surya Artha Utama.

BPR memiliki produk bernama Puspita atau kepanjangan dari Pinjaman UMKM Surabaya Pasti Tangguh.

"Jadi bunga yang Pemerintah Kota Surabaya tawarkan ini sangat jauh dari dunia perbankan," ucap Ikhsan.

Dia memastikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian tidak luput dari perhatian pemerintah.

Ikhsan menyebut sejumlah program pembinaan dan pendampingan juga dioptimalkan agar UMKM lokal bisa terus berkembang.

Di sisi perdagangan, Pemkot Surabaya menjamin stabilitas harga bahan pokok penting terjaga stabil.

"Operasi-operasi pasar secara konsisten dilakukan agar harga bahan pokok bisa terkendali," ucapnya.

Untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Pahlawan, pemerintah sudah meluncurkan aplikasi E-Peken (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo).

Aplikasi ini dapat mempermudah transaksi antar pembeli, pedagang kelontong, koperasi, dan UMKM.

"Kita pun mendorong promosi dan pemasaran produk baik offline maupun online. Dan seluruh ASN kurang lebih 15 ribu di Surabaya harus belanja di E-peken," lanjutnya.

Target Penghasilan Keluarga Rp7 Juta

Peningkatan penghasilan setiap rumah tangga di Kota Surabaya menjadi perhatian khusus.

Setiap rumah tangga diharapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bisa mencapai Rp7 juta per bulan.

Wali Kota menyatakan akan mengaktifkan fungsi tanah aset Pemkot Surabaya. Aset-aset itu akan digunakan untuk peningkatan kehidupan ekonomi warga.

"Pak Walikota ingin tanah aset itu kita buatkan program untuk usaha. Jadi masyarakat yang terdampak Covid-19 mereka bergabung dengan kelompok tani dan kelompok perikanan," kata Ikhsan.

Masyarakat dengan begitu bisa menanam jagung, sawi, cabai, dan sayur-sayuran lainnya.

Sedangkan sektor perikanan bisa melakukan budidaya lele, gurame, ikan mas, dan udang.

"Hasil panen itu kemudian tinggal masing-masing kelompok berhitung berapa jumlah anggotanya," tutur Ikhsan. kbc10

Bagikan artikel ini: