Bali siap buka pintu buat turis asing, ini syarat dari berangkat hingga tiba di tujuan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengklaim persiapan Bali menerima wisatawan asing alias wisman telah memasuki tahap akhir. Hingga pekan ini, persiapan tersebut telah mencapai 90 persen.

"Sudah 90 persen, tinggal kepastian untuk negara mana yang akan masuk pada pembukaan pertama. Kami masih pastikan negara asal wisatawan dan bentuk visanya juga sedang digodok," ujar Sandiaga dalam press briefing, Senin (11/10/2021).

Sandiaga mengatakan, penentuan dan persetujuan negara asal wisman masih dirembuk oleh Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Kementerian Luar Negeri. Sementara ini, pada tahap awal, pemerintah berencana menerima kunjungan dari enam negara yang meliputi Cina, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Selandia Baru. Penerimaan wisman tersebut didasari atas kerja sama travel corridor arrangement atau TCA.

Sandiaga melanjutkan, wisman yang masuk ke Bali harus mengikuti prosedur dan persyaratan protokol yang ditetapkan pemerintah. Wisman akan menjalani karantina sesampainya di Bali, yang lama waktunya masih belum diputuskan.

"Usulan karantina dipersingkat menjadi 4-5 dari sebelumnya 8 hari. Namun ini belum final decision. Pertimbangan utama pemangkasan durasi karantina adalah hitungan inkubasi," ujar Sandiaga.

Berikut ini rincian syarat lengkap bagi wisatawan asing yang akan masuk ke Bali.

Sebelum keberangkatan:

1. Wisman harus mendapatkan visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya sesuai ketentuan yang berlaku

2. Wisman berasal dari negara dengan kategori low-risk setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan

3. Wisman melakukan tes RT PCR dengan hasil negatif, yang sampelnya diambil maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan

4. Wisman menunjukkan bukti vaksinasi lengkap dengan dosis kedua yang dilakukan 14 hari sebelum keberangkatan dan ditulis dalam Bahasa Inggris (selain bahasa negara asal)

5. Wisman memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal US$ 100 ribu dan mencakup pembiayaan penanganan Covid-19;

6. Wisman mengunduh dan menginstall aplikasi PeduliLindungi

Setelah tiba di bandara:

1. Wisman mengisi E-Hac via aplikasi PeduliLindungi

2. Wisman melaksanakan tes RT-PCR di on arrival dengan menunjukkan bukti konfirmasi pembayaran. Wisman dapat menunggu hasil tes RT-PCR di akomodasi yang sudah direservasi

- Jika hasil negatif, wisman dapat melakukan karantina sesuai ketentuan

- Jika hasil positif dan tanpa gejala, wisman melakukan isolasi di akomodasi masing-masing

- Jika hasil positif dan bergejala, wisman pelaku melakukan karantina di fasilitas kesehatan terdekat dari akomodasi

3. Wisman yang positif Covid-19 dapat melakukan tes PCR kembali pada hari kelima. Apabila hasilnya negatif, mereka dapat melakukan aktivitas di luar ruangan. Sedangkan jika positif, wisman perlu mengulang siklus karantina. kbc10

Bagikan artikel ini: