Bos Pertamina masuk peringkat 17 wanita berpengaruh dunia

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB ET
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mendapat pengakuan internasional dengan masuk dalam jajaran 100 perempuan paling berpengaruh di tingkat dunia (Most Powerful Women International) versi Majalah Fortune.

Bos perusahaan migas pelat merah ini menempati peringkat ke-17, terpilih bersama sejumlah CEO global.

Nama-nama CEO global tersebut di antaranya seperti Emma Walmsley, CEO GlaxoSmithKline (1), Jessica Tan, CEO Ping An Group (2), Ana Botin, CEO Banco Santander (3) dan Shemara R Wikramanayake CEO Macquarie Group Ltd (4).

Sementara itu yang berada di bawah Nicke di antaranya, Hanneke Faber, President Global Foods & Refreshment Unilever (23), Hilde Merete Aasheim, CEO Norsk Hydro (24), Alexandra Keith, CEO P&G (37), dan Helen Wong, CEO OCBC NISP (41).

Majalah Fortune Internasional mengakui bahwa prestasi Nicke Widyawati sebagai pimpinan tertinggi perusahaan energi di Indonesia telah terbukti dengan kemampuannya melewati tantangan triple shock.

Yakni jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar dan tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina selama pandemi tahun 2020.

Fortune menilai, ketiga faktor tersebut telah menurunkan pendapatan dan laba Pertamina, namun pada paruh pertama 2021, di bawah kepemimpinan Nicke, Pertamina menunjukkan kondisi lebih baik dengan mencapai target produksi Migas.

Fortune juga mengakui, Nicke terus mendukung transisi energi Indonesia dengan membangun portofolio Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memberikan energi bersih bagi negara di masa depan.

"Pengakuan ini merupakan bukti nyata besarnya kepercayaan internasional terhadap Pertamina yang terus bergerak mengantisipasi transisi energi," ujar Nicke, Senin (11/10/2021).

Menurut Nicke, selama kepemimpinannya di Pertamina, dia telah mencanangkan dan fokus menjalankan transisi energi dan langkah dekarbonisasi pada operasional perusahaan dari hulu hingga hilir.

Hal ini sejalan dengan penilaian atas implementasi aspek Environment, Social & Governance (ESG) Pertamina yang mengalami peningkatan signifikan dari skor 41,6 atau termasuk kategori Several Risk (Februari 2021) menjadi 28,1 (Medium Risk) pada September 2021.

Perbaikan skor tersebut telah menempatkan Pertamina di peringkat 15 perusahaan di industri dan peringkat 8 Sub-Industri Migas dunia.

"Bersama seluruh manajemen dan pekerja Pertamina, saya akan memastikan seluruh inisiatif strategis untuk mewujudkan green transition terus berlanjut dan mampu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca antara 29 hingga 41 persen pada tahun 2030," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: