Kemenkes matangkan rencana vaksin booster untuk jemaah haji-umrah

Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:33 WIB ET
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka kemungkinan pemberian vaksinasi dosis tiga atau booster vaksin Covid-19 untuk calon jemaah haji umrah Indonesia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini baik Kemenkes dan Kemenag masih membahas pengaturan teknis terkait vaksinasi Covid-19 dosis tiga dan proses karantina setibanya tiba di bandara di Arab Saudi, dan sepulangnya kembali ke Indonesia.

 "Persetujuan awalnya untuk pembukaan umrah dan haji bagi jemaah Indonesia, nanti masih akan dilakukan pengaturan teknis bukan hanya soal vaksinasi dosis tiga pada calon jemaah tapi juga soal karantina, protokol kesehatan, dan hal lainnya termasuk mitigasi jika ada kasus positif," kata Nadia seperti dikutip, Selasa (12/11/2021).

Sementara ini, kata Nadia, pemerintah sedang mengkaji skenario penambahan vaksin Covid-19 dosis tiga untuk masyarakat umum di tahun 2022. Hasil pembahasan ini bakal jadi model untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk calon jemaah haji dan umrah.

"Nanti kita lihat pembahasannya bagaimana, untuk sementara pemerintah juga sedang mengkaji vaksin booster di 2022 untuk masyarakat umum yang akan ditanggung pemerintah," ucapnya.

Sebelumnya Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali memastikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi resmi mengizinkan penggunaan dua vaksin Sinovac dan Sinopharm bagi calon jemaah umrah. Namun jemaah haji umrah wajib disuntik salah satu vaksin lainnya seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Jhonson and Jhonson sebagai booster.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief mengatakan bakal berkoordinasi dengan Kemenkes terkait pemberian booster vaksin Covid-19 untuk calon jemaah haji dan umrah. kbc10

Bagikan artikel ini: