Dihantam pandemi, pendapatan 26 persen pengusaha anjlok separuh lebih

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M Manuhutu mencatat, sebanyak 81 persen pelaku usaha melaporkan adanya penurunan penjualan produk akibat pandemi Covid-19. Ini juga sesuai dengan hasil survei The Fed selaku bank sentral Amerika Serikat.

"Bahkan, 26 persen dari pengusaha juga melaporkan penurunan penjualan hingga lebih dari 50 persen," ungkapnya dalam webinar Bank Mandiri bertajuk Transformasi Digital UMKM Merah Putih, Rabu (13/11/2021).

Odo mengatakan, kondisi tersebut juga terjadi di Indonesia. Menyusul terbatasnya mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Oleh karena itu, pada tanggal 14 Mei 2020 pak presiden (Jokowi) meluncurkan BBI (Bangga Buatan Indonesia)," terangnya.

Melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pemerintah berupaya melindungi kelangsungan bisnis UMKM. Antara lain membantu perluasan akses pemasaran bagi aneka produk UMKM.

"Tujuannya apa?. Pertama, adalah membantu para UMKM, lalu memperkuat fundamental ekonomi Indonesia," tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut banyak negara-negara di dunia telah mengubah arah kebijakan fiskalnya karena pandemi Covid-19. Sebab, kehadiran virus asal China itu menyebabkan penurunan pendapatan di seluruh negara termasuk Indonesia.

"Yang penting setelah pandemi, semua negara yang benar-benar mengalami pergantian kebijakan fiskal, pada saat yang sama penurunan pendapatan terjadi," katanya.

Bendahara Negara itu menyadari, Kementerian Keuangan di setiap negara-negara saat ini memiliki tugas cukup berat. Yakni bagaimana merespons serta mengonsolidasikan seluruh kebijakan fiskalnya.

"Di setiap negara, Kementerian Keuangan memiliki tugas yang sulit untuk mengonsolidasikan dan mendayagunakan kebijakan fiskal mereka," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: