Bantu anak-anak yatim piatu belajar daring, Viral Blast Global bagi-bagi 250 kacamata gratis

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 11:00 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai bukti nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di saat pandemi Covid-19, Platform Edukasi Money Management Viral Blast Global bekerja sama dengan Lions Club Surabaya Grand membagikan 250 kacamata gratis kepada anak-anak yatim piatu di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Bantuan ratusan kacamata gratis ini diserahkan langsung Minggus Umboh, Konsultan Keuangan Profesional dari Viral Blast Global, di Lenmarc Mall Surabaya, Kamis (14/10/2021).

Menurut Minggus, pihaknya akan membantu masyarakat yang membutuhkan. Terutama bagi mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan memberikan kacamata secara gratis, karena sangat penting untuk mendukung kelancaran anak-anak yang sedang menjalani pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.

"Mata adalah jendela dunia. Sehingga, kami menyambut baik ajakan kolaborasi dari Lions Club untuk memberikan kacamata gratis ini. Sebab, suatu pembangunan diawali dengan penglihatan dan kesehatan pun diawali dengan penglihatan. Jadi, kami akan mendukung penuh karena ini merupakan masalah kemanusiaan dan untuk masa depan anak-anak kita," ujarnya.

Diharapkan dengan pemberian kacamata gratis ini anak-anak bisa mengikuti proses belajar daring dengan maksimal, karena mereka sudah memiliki penglihatan yang bagus. Sejumlah pelajar mengaku senang karena bisa menggunakan kacamata untuk membantu dalam menjalani belajar daring.

"Ada pengaruhnya (menggunakan kacamata), karena dengan belajar daring ini mata saya sering nyeri dan kemerahan karena seharian di depan komputer. Saya juga merasa senang dengan adanya bantuan ini, dan setiap saat saya akan memakai kacamata ini," ujar Aveda Oda salah satu anak penerima bantuan kacamata gratis.

Sementara itu, Rupiarsih, selaku IPDG (Immediate Past District Governoor) dari Lions Club Surabaya Grand mengatakan kegiatan ini rutin digelar setiap tahun, bahkan sudah digelar hingga tingkat internasional.

"Acara ini merupakan kegiatan utama yang sudah rutin digelar hingga di tingkat internasional, jadi tidak hanya di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu meringankan masalah yang dialami anak-anak kalangan pelajar. Karena mata merupakan jendela dunia, anak-anak bisa terhambat prestasinya. Jadi, kami tidak mau masa depan anak-anak sesuram kondisi matanya," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: