Program vaksinasi Covid-19 RI capai 172 juta suntikan per 18 Oktober 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengabarkan program vaksinasi Indonesia telah mencapai 172 juta suntikan per Senin (18/10/2021). Jumlah suntikan tersebut setara hampir 52 persen dari target pemerintah.

Dari 172 juta suntikkan tersebut, 108 juta dosis tahap pertama telah diberikan kepada masyarakat Indonesia.

Sementara 63 juta dosis lainnya sudah diberikan kepada masyarakat untuk memenuhi vaksinasi dosis ke dua.

Hal tersebut disampaikan Menkes Budi dalam konferensi pers terkait Hasil Ratas "Evaluasi PPKM" yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/10/2021).

"Per hari ini kita sudah mencapai 172 juta dosis, kita hampir 52 persen dari target kita. Sebanyak 108 juta rakyat Indonesia sudah mendapatkan akses vaksinasi dosis pertama dan 63 juta sudah mendapatkan akses vaksinasi lengkap atau dua dosis," jelas Budi.

Pada kesempatan tersebut, Menkes Budi turut menyampaikan pula terkait target 2 juta suntikkan per hari.

Target tersebut telah berhasil terlaksana selama 6 hari di bulan September ini, yakni tanggal 22, 23, 29 dan 30.

Sementara di bulan Oktober, target tercapai di tanggal 13 dan 14 Oktober.

Puncaknya, terang Menkes Budi, jumlah suntikkan terbanyak yakni di angka 2,2 juta suntikkan per hari.

Dengan laju seperti ini, Menkes Budi memperkirakan pada akhir tahun 2021 ini, Indonesia dapat mencapai total 300 juta suntikkan.

Yakni 168 juta rakyat diperkirakan akan mendapatkan suntikkan pertama, dari target 208 juta atau 80,5 persen.

Dan diperkirakan juga dosis kedua atau vaksinasi lengkap bisa menyentuh angka 122 juta orang atau sekitar 59 persen dari target jumlah penduduk kita yakni 208 juta orang di atas 12 tahun.

Selain itu, ke depan sesuai permintaan pemerintah, akan dilakukan percepatan vaksinasi bagi kota-kota yang padat penduduknya.

Termasuk juga daerah-daerah yang akan mengadakan acara-acara besar, seperti halnya di Mandalika.

Menkes juga menyampaikan, saat ini pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa kali uji klinis untuk obat-obatan yang masuk dalam kategori antibodi.

"Pemerintah sendiri sudah melakukan beberapa kali uji klinis untuk obat-obatan yang masuk dalam kategori antibodi dan kita sekarang sedang dalam penjajakan obat-obat yang berjenis baru yang pro mechine seperti di antaranya molnupiravir perusahaan farmasi Merck, kita juga mempelajari obat yang bernama AT-527," kata Menkes Budi.

Dengan uji klinis ini, diharapkan dapat memberikan harapan agar bisa menangani pandemi. Sehingga, Indonesia dapat segera menuju transisi dari pandemi menjadi endemi. kbc10

Bagikan artikel ini: