Abu Dhabi suntik dana investasi Rp5,64 triliun ke GoTo

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan hasil merger Gojek dengan Tokopedia, GoTo Group, telah meneken perjanjian dengan anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA). Perjanjian itu menjadikan ADIA memimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi senilai US$400 juta atau sekitar Rp 5,64 triliun (asumsi kurs Rp 14.098 per dolar AS).

CEO GoTo Group Andre Soelistyo menjelaskan, ADIA adalah investor terbaru di perusahaan dan yang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO GoTo. GoTo kini terus menyiapkan bisnis untuk pertumbuhan eksponensial pada tahun-tahun mendatang.

"Dukungan dengan skala seperti ini menegaskan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara akan menjadi tujuan besar selanjutnya untuk investasi teknologi," kata Andre dikutip dari siaran pers, Rabu (20/10/2021).

Lebih jauh Andre menjelaskan bahwa GoTo berkomitmen menjalankan misi memberdayakan kemajuan. Caranya dengan berfokus meningkatkan taraf hidup dan membantu untuk membangun mata pencaharian di negara-negara GoTo beroperasi.

Adapun transaksi senilai Rp 5,64 triliun itu menjadi investasi pertama oleh Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia Tenggara, dan sekaligus investasi terbesarnya di Indonesia.

ADIA bakal menjadi investor terbaru yang masuk ke dalam daftar investor global di GoTo saat ini, menyusul Alibaba Group, Astra International, Facebook, Global Digital Niaga (GDN), Google, KKR, PayPal, Sequoia Capital India, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent dan Warburg Pincus.

Direktur Eksekutif Departemen Private Equities ADIA, Hamad Shahwan Al Dhaheri, menyebutkan bahwa investasi ADIA di GoTo sejalan dengan berbagai tema investasi utama ADIA. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi digital di negara-negara Asia Tenggara yang berkembang pesat.

Indonesia, kata Hamad, dilihat ADIA sebagai negara tujuan investasi yang kuat. "Terutama di Indonesia, di mana latar belakang ekonomi yang dinamis mendorong ADIA untuk terus memperkuat kehadirannya di negara ini," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: