Bali berniat bangun kereta listrik pada 2023

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:21 WIB ET

DENPASAR, kabarbisnis.com: Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali berencana membangun kereta listrik di pulau tersebut pada 2023 nanti. Kereta listrik, selain sebagai alternatif moda transportasi, juga dimaksudkan untuk mengurai tren kemacetan yang meningkat di Pulau Dewata.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta menerangkan selain sudah menyediakan bus Trans Metro Dewata sebanyak 105 armada, ke depannya Bali akan menyediakan kereta listrik.

"Ke depannya, kita lagi pikirkan bagaimana menyediakan kereta (listrik) dan sebagainya. (Karena) jalannya segitu-segitu saja," ungkap Gunarta seperti dikutip, Sabtu (23/10/2021).

Dia mengatakan, pembangunan kereta listrik tersebut dipastikan dimulai pada 2023. Namun, pihaknya masih menghitung pembiayaan pembangunan kereta listrik tersebut.

"Kita pada 2023 harus sudah memastikan ini, kapan bagusnya kereta ini dibangun dan dari mana pembiayaannya. Kereta itu, sebetulnya target kita pada 2023 sudah ada pembiayaannya dan pembangunan nanti kita sedang hitung sekarang pantasnya itu kapan. Jadi, sekarang itu ada studi urban mobilty plan untuk melihat kira-kira ini kalau mau dibangun pantesnya kapan," imbuhnya.

Menurutnya, hasil dari studi pembiayaan pembangunan kereta listrik cukup besar. Karenanya, masih harus memikirkan pendanaan pembangunan tersebut. Memang, pihaknya mengklaim sudah ada beberapa investor yang tertarik dengan pembangunan tersebut.

"Ini sedang disiapkan kita, lagi hitung-hitung semuanya. Progresnya sekarang hasil studi kita bahwa ini membutuhkan dana yang cukup besar. Nah, sekarang kita harus mikir-mikir bagaimana ini cari dananya," jelasnya.

"(Investor) iya banyak. Tapi kita pikir dulu kalau kita lihat benar. Kira-kira bus belum ada isinya mau yang lain bagaimana. Jadi, nanti kita lihat trans busnya seperti apa, penggunaan yang lain-lain seperti apa. Setelah itu kita akan cocokkan, kira-kira cocoknya kapan supaya ini tidak terlalu berat. Jadi pembiayaan pemerintah nanti bisa dioptimalkan," imbuh dia.

Terkait biaya pembangunan kereta listrik di Bali, pihaknya mengatakan hal itu bergantung teknologinya dan jalur kereta listriknya, apakah hanya lewat darat atau kereta gantung dan atau bawah tanah.

"Banyak itu, kita masih hitung karena bergantung teknologinya dan tergantung lewat mana. Kalau misalnya, iya hanya dilihat di permukaan saja mungkin bisa lebih murah dibanding harus melayang atau harus ke bawah. Banyak faktornya," tandas Gunarta. kbc10

Bagikan artikel ini: