HIPMI diminta aktif berkontribusi di sektor parekraf dan maritim

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengajak pelaku usaha muda yang tergabung dalam organisasi Himpunan Pengusaha Musa Indonesia (HIPMI) untuk terus berkontribusi dalam peningkatan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kami terus mendorong meningkatkan SDM, terutama pengusaha muda. Karena HIPMI ada di garda terdepan. HIPMI adalah organisasi yang selalu mampu menelurkan ide kreatif, ide yang luar biasa untuk bisa menyerap banyak tenaga kerja dan membuka peluang usaha seluas-luasnya. Generasi melek teknologi juga dimulai oleh HIPMI dan saya juga dibesarkan di HIPMI. Generasi muda disini menjadi agen perubahan. HIPMI adalah agent of change," tegas Sandiaga S. Uno saat menjadi salah satu keynote speaker dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIklatda) III BPD Hipmi Jatim yang diselenggarakan secara virtual dengan tema "Jatim Bangkit dan Beraksi" pada Sabtu (23/10/2021).

Keinginan tersebut bukan tanpa alasan karena data Badan Pusat Statistik menunjukkan tiga subsektor ekonomi yang paling banyak berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia adalah kuliner sebesar 41,5 persen, fashion 17,7 persen, dan kriya 15 persen. "UMKM dan kewirausahaan mampu menjadi tulang punggung Indonesia, mampu menjadi gerbang pemulihan ekonomi nasional untuk mencapai Indonesia Emas di 2045," tandasnya.

Kontribusi UMKM sangat tinggi bahkan kontribusinya terhadap PDB Indonesia ditengah pandemi justru meningkat. Untuk itu, pemerintah telah menargetkan kontribusinya di tahun 2024 naik menjadi 65 persen dari 60 persen di masa pandemi.

Pada tahun ini, UMKM juga ditetapkan sebagai International Year of Credit Economy for Sustainable Development yang diinisiasi Indonesia.  Dan ini sudah diakui oleh PBB dan negara di dunia dalam mendukung inisiatif Indonesia dengan menghadirkan ekonomi kreatif yang memberdayakan dengan konsep no one left behind (tidak ada yang boleh tertinggal).

Oleh karena itu Kemenparekraf mendorong pelaku usaha ekonomi kreatif melakukan strategi inovasi adaptasi dan kolaborasi dengan pola tiga G. G pertama yaitu Gercep (Gerak Cepat), G kedua adalah Geber (Gerak Bersama), dan G ketiga adalah Gaspol (Garap semua potensi untuk online), semua harus go digital. Salah satunya dengan gerakan bangga produk Indonesia dengan hashtag #BeliGratisLokal.

"Saya baru dapat kabar, bahwa dari program tebar promo Parekraf Rp 50 juta per merchant masih rendah. Ini program tebar promo per customer Rp 100.000, tetapi teman-teman UMKM belum bisa menyerapnya. Saya dorong Jatim sebagai provinsi dengan ekonomi yang sangat besar ini bisa sebarkan kepada UMKMnya untuk bisa berpartisipasi pada program Gernas Bangga Buatan Indonesia. Dan ini adalah bagian dari keberpihakan pemerintah terhadap UMKM," tandasnya.

Sementara itu, Guru Besar Guru Besar Ilmu Pertahanan dan Maritim Universitas Pertahanan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr Marsetio juga mengajak pengusaha muda untuk melihat potensi dan berkontribusi pada sektor maritim.

"Indonesia sebagai poros maritim dunia menempati posisi yang sangat strategis. Kita harus memainkan peran walaupun di masa pandemi. Keunggulan Indonesia adalah semua jalur lintas angkutan laut yang menuju dan dari Asia Timur, dari China, Korea, Jepang, ataupun Eropa pasti melewati Indonesia. Indonesia sebagai sebuah negara maritim dan kepulauan harus memanfaatkan keunggulan tersebut," ungkap Marsetio.

Disisi lain, dia juga mengajak HIPMI untuk memahami konsep pertahanan negara, pertahanan semesta. Karena sistem pertahanan semesta melibatkan semua komponen bangsa. "Maka generasi muda harus dibekali dengan wawasan kebangsaan, tentang bagaimana bela negara, pembentukan komponen cadangan. Bagaimana HIPMI memiliki pemahaman tentang pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dalam kesempatan tersebut juga memaparkan berbagai program dan potensi Jatim yang bisa digarap dan disinergikan dengan HIPMI Jatim guna percepatan ekonomi pasca pandemi.

"Yang paling penting di masa pandemi, prokes jangan sampai longgar. Karena sangat rawan terjadi lonjakan kasus. Perlambatan ekonomi akibat PPKM adalah pengorbanan yang tentunya layak kita ambil karena kesehatan masyarakat harus dijaga, tenaga kerja juga bisa kita lindungi. Alhamdulillah, ekonomi bisa kita bangkitkan kembali. Saya harap HIPMI bisa mengidentifikasi apa saja perubahan yang terus berlangsung walaupun kondisi pandemi covid sudah terkendali," ungkap Emil.

Menurutnya, ada banyak perubahan yang terjadi akibat pandemi, di antaranya rantai pasok global berubah. Beberapa negara yang selama ini menjadi mitra dagang mulai berpikir bagaimana mendiversifikasi sumber-sumber kemitraan supaya tidak terjadi ketergantungan kepada satu jalur yang ketika ada apa-apa tidak ada cadangan. Selain itu, investor berubah dan digitalisasi juga semakin cepat.

"Kita juga dihadapkan dengan situasi permintaan yang tidak bisa sepenuhnya pulih. Karena banyak pelaku usaha, walaupun covid selesai, mereka sulit untuk bangkit. Bisnisnya sudah tidak relevan lagi di masa 4.0 sekarang ini. Inilah yang kemudian kami berharap mereka bisa beradaptasi," ujarnya.kbc6

Bagikan artikel ini: